Jusuf Kalla Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Dituding Danai Isu Ijazah Jokowi

Jusuf Kalla klarifikasi soal dirinya dituding danai orang-orang yang persoalkan ijazah Jokowi.

Jusuf Kalla Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Dituding Danai Isu Ijazah Jokowi
Jusuf Kalla Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Dituding Danai Isu Ijazah Jokowi

INILAHKORAN.ID - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, angkat bicara terkait kabar yang beredar di media sosial mengenai dugaan dirinya mendanai pihak tertentu untuk mempersoalkan keaslian ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. JK dengan tegas membantah tudingan tersebut dan menyebut informasi itu tidak benar.

Dalam keterangannya di Jakarta, JK menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan dana, termasuk angka yang disebut-sebut mencapai Rp5 miliar. Ia memastikan kabar tersebut merupakan informasi keliru yang harus diluruskan.

“Saya pastikan itu tidak benar,” ujar JK dalam konferensi pers.

Akan Laporkan ke Bareskrim

Sebagai langkah serius menanggapi isu tersebut, JK menyatakan akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan penyebaran informasi tersebut ke Badan Reserse Kriminal Polri. Rencananya, laporan akan diajukan melalui tim kuasa hukumnya.

Langkah ini diambil untuk mengklarifikasi sekaligus menghentikan penyebaran informasi yang dinilai merugikan dirinya.

Tegaskan Tak Terlibat Polemik

JK juga menegaskan dirinya tidak memiliki keterkaitan dengan pihak-pihak yang kerap dikaitkan dalam isu tersebut, termasuk Roy Suryo maupun Rismon Sianipar.

Ia menambahkan, pertemuan yang sempat digelar di kediamannya saat bulan Ramadan lalu tidak ada kaitannya dengan polemik ijazah Presiden. Pertemuan tersebut, menurut JK, hanya diskusi biasa bersama akademisi dan profesional mengenai kondisi bangsa serta masukan kebijakan.

JK menjelaskan bahwa diskusi tersebut terbuka dan bertujuan memberikan saran kepada pemerintahan saat ini, termasuk kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan agenda tersebut murni untuk kepentingan kebijakan nasional, bukan membahas isu pribadi siapa pun.


Editor : Firda Rachmawati