Haji Isam Tegaskan Tak Terlibat dalam Penunjukan Menteri Kabinet Merah Putih
Pengusaha nasional Andi Syamsuddin Arsyad atau yang lebih dikenal dengan nama Haji Isam akhirnya angkat bicara menanggapi isu miring yang menyebut dirinya ikut campur dalam proses penunjukan sejumlah menteri di Kabinet Merah Putih (KMP) bentukan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Pengusaha nasional Andi Syamsuddin Arsyad atau yang lebih dikenal dengan nama Haji Isam akhirnya angkat bicara menanggapi isu miring yang menyebut dirinya ikut campur dalam proses penunjukan sejumlah menteri di Kabinet Merah Putih (KMP) bentukan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Ia menegaskan bahwa tudingan tersebut sama sekali tidak berdasar dan hanya menciptakan persepsi keliru di tengah masyarakat.
Pernyataan ini disampaikannya sebagai tanggapan atas berbagai pemberitaan yang mengaitkan dirinya dengan beberapa nama menteri yang dianggap sebagai "orang kepercayaan" dalam struktur pemerintahan baru.
Haji Isam membantah keras klaim tersebut, dan menyebut bahwa semua menteri yang terpilih adalah individu profesional yang dipilih karena kompetensi dan kapabilitasnya—bukan karena relasi pribadi dengannya.
“Mereka (menteri) orang profesional, dipilih karena mempunyai kemampuan di bidangnya. Bukan karena kedekatan saya dengan mereka,” ucap Haji Isam seperti dikutip dari RRI.c.id.
Haji Isam pun menyayangkan adanya narasi yang menyudutkan dirinya seolah memiliki pengaruh dalam penentuan posisi di kabinet. Menurutnya, hal itu meremehkan proses seleksi yang dilakukan Presiden Prabowo secara objektif dan penuh pertimbangan matang.
“Sudah jelas, Presiden Prabowo Subianto memilih para menteri dengan banyak pertimbangan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Prabowo Subianto adalah sosok pemimpin yang independen dan tidak mudah dipengaruhi oleh kepentingan kelompok ataupun relasi personal.
“Berdasarkan kemampuan, kecakapan dan integritas,” tegasnya.
Mengakhiri pernyataannya, Haji Isam berharap masyarakat tidak tergesa-gesa dalam menarik kesimpulan atas hubungan dirinya dengan beberapa menteri dalam kabinet.
Ia mengajak publik untuk menghormati proses yang dijalankan Presiden dengan berlandaskan semangat nasionalisme dan profesionalisme, bukan pada prasangka atau asumsi yang tak berdasar.
“Apalagi, latar belakang yang dimiliki Presiden Prabowo Subianto sangat independen. Jadi bukan karena kedekatan dengan seseorang,” tandasnya.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan

