Hanya 23 Persen Warga Kabupaten Bandung yang Mampu Baca Alquran

Bupati Bandung Dadang Suriatna mengatakan jumlah warga Kabupaten Bandung yang mampu membaca Alquran masih relatif rendah.

Hanya 23 Persen Warga Kabupaten Bandung yang Mampu Baca Alquran
Dadang Supriatna mengajak seluruh KBIH dan IPHI Kabupaten Bandung mampu meningkatkan peran pembinaan keagamaan di tengah masyarakat. Terutama dalam meningkatkan kemampuan membaca Alquran. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Bupati Bandung Dadang Suriatna mengatakan jumlah warga Kabupaten Bandung yang mampu membaca Alquran masih relatif rendah.

“Memasuki tahun 2026 ini, kita masih prihatin karena angka masyarakat yang bisa membaca Alquran di Kabupaten Bandung baru sekitar 23 persen. Ini menjadi tantangan bersama yang harus kita jawab melalui gerakan pembinaan yang lebih masif,” kata Dadang Supriatna saat membuka Musda Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Bandung di Soreang, Selasa 6 Januari 2026.

Untuk itu, dia mengajak seluruh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dan IPHI Kabupaten Bandung mampu meningkatkan peran pembinaan keagamaan di tengah masyarakat. Terutama dalam meningkatkan kemampuan membaca Alquran.

Menurutnya, IPHI memiliki peran strategis dalam menjaga dan melestarikan nilai kemabruran haji sekaligus meningkatkan partisipasi umat dalam pembangunan bangsa.

“IPHI lahir tahun 1990 dengan tujuan untuk melestarikan haji mabrur dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kemajuan bangsa. IPHI menjadi wadah untuk merawat kondisi pasca haji agar tetap sehat secara spiritual,” jelasnya. 

Dadang menjelaskan, kesempurnaan manusia terwujud melalui keseimbangan empat pola hidup sehat salah satunya yakni sehat secara spiritual. Menurutnya, kemabruran haji harus terus dijaga melalui pembinaan berkelanjutan setelah jamaah kembali ke tanah air.

“Kalau diibaratkan seperti handphone, setiap hari kita pakai. Kalau tidak dicas, pasti mati. Begitu juga dengan kalbu kita. Melalui IPHI inilah diharapkan pascahaji, hajinya benar-benar mabrur. Ciri haji mabrur itu ibadahnya konsisten setelah pelaksanaan haji,” ujarnya.

Dadang juga berharap IPHI menjadi organisasi yang mampu memupuk dan menjaga kemabruran haji di Kabupaten Bandung. Ia optimistis, melalui pembinaan berkelanjutan oleh IPHI dan KBIH itu kehidupan masyarakat akan semakin aman, nyaman, dan tentram.

“Setiap KBIH memiliki kelompok binaan pascahaji. Jika ini berjalan baik, saya yakin Kabupaten Bandung akan aman, nyaman, dan tidak akan ada hal-hal yang tidak kita harapkan karena keimanan dan ketakwaan masyarakatnya terpelihara,” tuturnya.


Editor : Doni Ramdhani