Harapan Bojan Hodak untuk Bobotoh di Tahun yang Baru
Gemuruh Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) bukan sekadar suara. Bagi Persib Bandung, itu merupakan energi, intimidasi, sekaligus simbol ikatan emosional yang kuat antara tim dan Bobotoh.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Gemuruh Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) bukan sekadar suara. Bagi Persib Bandung, itu merupakan energi, intimidasi, sekaligus simbol ikatan emosional yang kuat antara tim dan Bobotoh.
Di ambang pergantian tahun, pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, berbicara bukan hanya tentang target dan trofi, tetapi juga tentang harapan, kedewasaan suporter dan mimpi besar yang ingin diwujudkan bersama pada 2026.
Mengawali refleksinya, pelatih asal Kroasia ini menyampaikan pesan sederhana kepada Bobotoh. Ia berharap masa liburan dan tahun baru menjadi momen untuk mendoakan yang terbaik agar seluruh pihak dari mulai tim, suporter dan klub bisa menjadi lebih baik.
Musim ini, menurutnya, Persib sudah berada dalam jalur yang sangat positif. Dalam beberapa laga terakhir, performa Maung Bandung begitu fantastis terutama saat bermain di Stadion GBLA.
Dari seluruh laga resmi musim ini, hanya Lion City Sailors FC yang mampu pulang dengan satu poin dari Bandung tepatnya di ajang AFC Champions League (ACL) Two 2025-2026. Selebihnya, semua lawan harus mengakui keperkasaan Persib di kandang sendiri.
Bagi Bojan, Stadion penuh adalah senjata tersendiri. Ketika Bobotoh memenuhi tribun, atmosfer GBLA berubah menjadi tekanan mental bagi tim tamu. Gemuruh suara, nyanyian tanpa henti dan lautan biru di tribun seringkali membuat lawan kehilangan kepercayaan diri.
“Tentunya ketika stadion penuh, tidak mudah untuk bermain di sini. Ketika tim tamu datang, mereka merasa bergetar dan ketika mendengar gemuruh Stadion itu kadang membuat mental pemain lawan turun. Nyaris semua lawan merasakan itu,” ucap Bojan, Selasa, 23 Desember 2025.
Namun di balik pujian, Bojan juga menitipkan satu harapan penting yakni kedewasaan dalam mendukung. Ia berharap tak ada lagi flare yang dinyalakan di Stadion.
“Saya hanya berharap tidak ada lagi orang yang membawa flare ke Stadion, karena itu mahal dan berharap semuanya oke ke depan,” harapnya.
Menurutnya, Persib dan Bobotoh sudah berada di jalur yang benar. Stadion penuh, dukungan maksimal, dan energi positif yang terasa hingga ke lapangan.
“Saya harap itu berlanjut tahun 2026,” harapnya.
Saat ditanya soal resolusi, Bojan Hodak tidak bertele-tele. Targetnya jelas dan tegas. Ia selalu ingin Persib finis sebagai nomor satu di setiap kompetisi. Sebuah harapan yang mungkin terdengar ambisius, namun baginya, itulah mimpi yang seharusnya dimiliki klub sebesar Persib.
“Saya selalu berharap kami selalu finish sebagai nomor satu di setiap kompetisi. Ini tentu menjadi harapan dari kita semua,” pungkasnya.***
Editor : JakaPermana

