Harga Beras di Pasar Guntur Garut Stabil Rp15 Ribu per Kg, Stok Aman Saat Kemarau

Stok beras di Pasar Induk Guntur Garut dipastikan aman saat musim kemarau. Harga beras kualitas bagus tetap stabil di Rp15 ribu per kilogram.

Harga Beras di Pasar Guntur Garut Stabil Rp15 Ribu per Kg, Stok Aman Saat Kemarau
Stok beras di Pasar Induk Guntur Garut dipastikan aman saat musim kemarau. Harga beras kualitas bagus tetap stabil di Rp15 ribu per kilogram.

INILAHKORAN.ID-Stok dan Harga Beras di Pasar Induk Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dipastikan dalam kondisi aman dan stabil meski wilayah tersebut tengah memasuki musim kemarau.

Ketersediaan pasokan yang normal membuat harga beras kualitas baik bertahan di kisaran Rp15 ribu per kilogram.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Guntur pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut, Yusep Suryaman, mengatakan hasil pemantauan di lapangan tidak menemukan adanya gangguan pasokan maupun lonjakan harga.

"Hasil pemantauan di lapangan untuk beras ini tersedia aman, dengan harga stabil di angka Rp15 ribu per kilogram untuk beras bagus," kata Yusep saat meninjau ketersediaan bahan pangan di Pasar Induk Guntur, Selasa.

Menurutnya, selama musim kemarau distribusi beras dari para pemasok ke pedagang berjalan lancar. Tidak ada indikasi kelangkaan ataupun keterlambatan pengiriman yang dapat memengaruhi ketersediaan beras di pasar.

Yusep menjelaskan, indikator paling mudah melihat kondisi pasokan adalah stabilnya harga jual di tingkat pedagang. Jika stok berkurang, harga biasanya akan mengalami kenaikan.

"Kami melihatnya sampai saat ini dalam kondisi normal. Biasanya kalau pasokan turun mempengaruhi harga jual, sekarang harga jual stabil, artinya stok aman," ujarnya.

Beras yang dipasarkan di Pasar Induk Guntur tidak hanya berasal dari petani di Kabupaten Garut, tetapi juga dipasok dari sejumlah daerah di Jawa Barat, seperti Tasikmalaya, Kota Banjar, hingga Indramayu. Pasokan dari berbagai daerah tersebut membantu menjaga ketersediaan beras di tengah musim kemarau.

"Beras yang dijual di Garut didatangkan dari berbagai daerah, tidak hanya Garut, tapi ada juga dari daerah lain, seperti dari Indramayu juga ada," katanya.

Sementara itu, salah seorang pedagang beras di Pasar Guntur, Eneng, mengatakan pasokan beras yang diterimanya berasal dari petani di berbagai wilayah Garut dan sebagian dari Kabupaten Subang.

Ia mengakui harga beras mengalami sedikit kenaikan dibandingkan sebelum musim kemarau, yakni dari Rp14.500 menjadi Rp15.000 per kilogram. Namun, kenaikan tersebut masih tergolong wajar dan belum mengganggu daya beli masyarakat.

Menurut Eneng, musim kemarau biasanya berpotensi mengurangi hasil panen sehingga pasokan menurun dan harga naik. Namun hingga saat ini kondisi tersebut belum terjadi secara signifikan.

"Untuk penjualan sehari bisa sampai 1 ton," katanya.

Dengan penjualan rata-rata mencapai satu ton per hari di setiap toko, pedagang memastikan kebutuhan masyarakat terhadap beras masih dapat dipenuhi tanpa kendala. Kondisi ini menunjukkan rantai distribusi pangan di Kabupaten Garut masih berjalan normal meski menghadapi musim kemarau.***


Editor : JakaPermana