Harga Beras Premium Turun, Medium Naik

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar Dody Herlando mengatakan, pada Februari kemarin harga rata-rata untuk gabah kering giling (GKG) di tingkat petani naik 2,90%. Saat itu, GKG dibanderol naik dar

Harga Beras Premium Turun, Medium Naik
INILAH, Bandung - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar Dody Herlando mengatakan, pada Februari kemarin harga rata-rata untuk gabah kering giling (GKG) di tingkat petani naik 2,90%. Saat itu, GKG dibanderol naik dari Rp5.917,78 menjadi Rp6.089,36 per kg.
 
“Berdasarkan hal itu, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp 10.504,52 per kg. Harga ini turun sebesar 2,71% dibandingkan bulan sebelumnya sebesar Rp10.797,08,” kata Dody, belum lama ini.
 
Sedangkan, rata-rata harga beras kualitas medium di penggilingan naik sebesar 1,11%. Harganya kini Rp10.615 per kg naik dari Rp10.498,53. Sementara, beras kualitas rendah di penggilingan kini sebesar Rp9.300,00 per kg atau turun 1,27% dari Rp9.420.
 
Menurutnya, dibandingkan dengan Februari 2018 harga beras di penggilingan pada Februari 2019 mengalami beberapa perubahan. Untuk kualitas premium mengalami penurunan sebesar 10,94%, kualitas medium turun sebesar 3,57%, sedangkan kualitas rendah turun sebesar 11,43%. 
 
Di tingkat petani, harga rata-rata gabah kering panen (GKP) sebesar Rp5.725,45 per kg atau turun sebesar 1,10% dibandingkan harga GKP Januari 2018 Rp5.789,20. Sementara, rata-rata harga GKP ditingkat penggilingan sebesar Rp5.847,25 per kg atau turun sebesar 1% dari Rp5.906,52. 
 
Dia menuturkan, berdasarkan hasil pemantauan harga di 18 kabupaten se-Jabar menunjukkan nilai tukar petani (NTP) Jabar mengalami penurunan sebesar 0,12% dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Februari lalu, dari lima subsektor NTP pertanian ada tiga subsektor yang mengalami penurunan. 
 
“Jika diurutkan dari kenaikan terbesar, Subsektor Tanaman Pangan mengalami kenaikan sebesar 0,69% dan Subsektor Peternakan mengalami kenaikan sebesar 0,12%,” ucapnya. 
 
Sementara, Subsektor Hortikultura mengalami penurunan terbesar hingga mencapai -1,73%. Disusul Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat mengalami penurunan sebesar -0,34%, dan Subsektor Perikanan mengalami penurunan hingga -0,09%.


Editor : inilahkoran