Harga Cabai Tembus Rp 90 Ribu, Pemkot Bandung Dorong Panen Mandiri Warga

Lonjakan harga cabai di Kota Bandung yang mencapai Rp90.000 per kilogram, mendorong Pemkot Bandung mengambil langkah mitigasi. Salah satunya, melalui penguatan kelompok tani dalam program Buruan Sae.

Harga Cabai Tembus Rp 90 Ribu, Pemkot Bandung Dorong Panen Mandiri Warga
Lonjakan harga cabai di Kota Bandung yang mencapai Rp90.000 per kilogram, mendorong Pemkot Bandung mengambil langkah mitigasi. Salah satunya, melalui penguatan kelompok tani dalam program Buruan Sae.

INILAHKORAN.ID - Lonjakan harga cabai di Kota Bandung yang mencapai Rp90.000 per kilogram, mendorong Pemkot Bandung mengambil langkah mitigasi. Salah satunya, melalui penguatan kelompok tani dalam program Buruan Sae.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar menjelaskan, pemerintah kota sebenarnya telah mengantisipasi situasi tersebut sejak beberapa bulan lalu.

“Bulan yang lalu kita pernah bagi-bagi bibit cabai, cabai rawit dan bawang merah ke beberapa kelompok Buruan Sae. Nah sekarang masuk di masa panennya,” kata Gin Gin Ginanjar, Kamis 11 Desember 2025.

Menurut ia, pihaknya membagikan hampir 200 hingga 300 bibit untuk setiap kelompok Buruan Sae di Kota Bandung. Termasuk benih cabai rawit, cabai merah hingga bawang merah. “Sebanyak 2 kilo sampai 5 kilo kita bagikan benihnya untuk dikembangkan,” ucapnya.

Ia menegaskan, waktu panen tersebut bukan lah kebetulan. “Memang kita sudah perhitungkan sebelum Nataru harus sudah panen. Ada beberapa lokasi yang akan panen dan pak wali kota sendiri sudah bersedia akan ikut panen cabai,” ujar dia.

Meski hasil panen dari program Buruan Sae tidak akan dalam jumlah besar, Gin Gin menilai upaya ini tetap membawa dampak positif bagi ketahanan pangan keluarga. “Walaupun upaya kecil, tapi untuk keluarga Kota Bandung tidak terlalu harus khawatir. Terutama yang sudah terbiasa menanam di program Buruan Sae,” tuturnya.

Terkait perkiraan hasil panen, ia menyebut kontribusinya memang terbatas. Tetapi cukup untuk kebutuhan internal kelompok. “Yang pasti, memang tidak terlalu banyak. Tapi kalau satu kelompok saja bisa menghasilkan misalnya sampai 3-5 kilo, ini kan sudah cukup untuk kebutuhan mereka,” tandas dia.***


Editor : JakaPermana