Stok 12 Pangan Strategis Jabar Surplus, Harga Cabai Rawit Tembus Rp70.101 per Kg

Stok 12 pangan strategis di Jawa Barat masih surplus. Namun harga cabai rawit merah mencapai Rp70.101 per kg, atau 22,98 persen di atas HAP.

Stok 12 Pangan Strategis Jabar Surplus, Harga Cabai Rawit Tembus Rp70.101 per Kg
istimewa

INILAHKORAN.ID-Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan pasokan 12 bahan pangan pokok strategis (bapokting) masih berada dalam kondisi surplus pada September 2026.

Meski Stok Pangan relatif aman, Pemprov Jabar mulai mengantisipasi potensi gangguan pasokan dan lonjakan harga pada sejumlah komoditas, terutama Cabai Rawit.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar, Linda Al Amin, mengatakan hasil pembaruan neraca pangan hingga Agustus 2026 menunjukkan seluruh komoditas pangan strategis masih mencatatkan surplus.

"Bahwa dari 12 pangan strategis, beras, jagung, kedelai, cabai merah, Cabai Rawit, bawang merah, bawang putih, daging sapi, daging ayam, telur ayam, minyak goreng, dan gula pasir yang dipantau, berada dalam kondisi surplus," kata Linda dalam keterangannya kepada INILAHKORAN.ID, Selasa (8/9/2026).

Cabai Rawit dan Bawang Merah Perlu Diwaspadai

Meski seluruh komoditas masih surplus, DKPP Jabar mengingatkan pemerintah tidak boleh lengah. Ketahanan stok Cabai Rawit dan bawang merah tercatat relatif lebih rendah dibandingkan komoditas strategis lainnya.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi membuat kedua komoditas lebih rentan terhadap gangguan produksi maupun distribusi selama musim kemarau.

"Jika melihat dari ketahanan stok, Cabai Rawit dan bawang merah perlu diwaspadai," ujarnya.

Selain persoalan stok, tekanan harga juga menjadi perhatian Pemprov Jabar.

Berdasarkan pemantauan melalui Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional per 7 September 2026, harga beras premium dan Cabai Rawit merah tercatat telah melampaui batas harga acuan pemerintah.

Harga rata-rata beras premium di tingkat konsumen tercatat Rp15.020 per kilogram atau 0,81 persen di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Meskipun tingkat deviasinya relatif rendah, posisi harganya telah berada di atas batas HET," ucapnya.

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp70.101 per Kg

Tekanan harga paling tinggi terjadi pada komoditas Cabai Rawit merah.

Rata-rata harga Cabai Rawit merah tercatat mencapai Rp70.101 per kilogram atau 22,98 persen di atas batas atas Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen yang ditetapkan sebesar Rp57.000 per kilogram.

"Kondisi tersebut menunjukkan bahwa harga Cabai Rawit merah memiliki deviasi yang cukup besar dari rentang harga acuan konsumen, yaitu Rp40.000-Rp57.000/kg," katanya.

Kenaikan harga tersebut menjadi perhatian karena Cabai Rawit merupakan salah satu komoditas yang ketahanan stoknya relatif lebih rendah dibandingkan pangan strategis lainnya.

Seluruh Daerah Jabar Masih Surplus

Di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas, laporan realisasi neraca pangan Agustus 2026 menunjukkan seluruh 27 kabupaten/kota di Jawa Barat masih berada dalam kondisi surplus untuk 12 komoditas pangan strategis.

Memasuki puncak musim kemarau pada September, DKPP Jabar memproyeksikan pasokan pangan strategis masih aman.

Namun, pemerintah tetap memberikan perhatian khusus terhadap Cabai Rawit karena penurunan stok berpotensi memicu gejolak harga lebih lanjut.

"Hanya saja perlu diwaspadai penurunan stok di komoditas Cabai Rawit," ucapnya.***


Editor : JakaPermana