Dinkes Jabar Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Dinkes Jabar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi sebaran abu vulkanik Anak Krakatau dan mengimbau warga memakai masker N95 atau KN95.

Dinkes Jabar Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau
Kepala Dinkes Jabar, Raden Vini Adiani Dewi

INILAHKORAN.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak kesehatan, akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunungapi Anak Krakatau.

Langkah antisipasi dilakukan, menyusul instruksi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 119/KS.01.01/Dinkes tentang Kesiapsiagaan dan Perlindungan Kesehatan Masyarakat Jawa Barat terhadap dampak Erupsi dan Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Kepala Dinkes Jabar, Raden Vini Adiani Dewi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh dinas kesehatan kabupaten/kota untuk memastikan kesiapan layanan kesehatan dan penyebaran informasi kepada masyarakat.

"Sudah dibuat SE oleh Pak Gubernur untuk kesiapsiagaan, koordinasi dengan 27 Dinkes kota/kabupaten, membuat himbauan di medsos," tulis Vini dalam layanan pesan kepada INILAHKORAN.ID, Senin (7/9/2026).

Selain memperkuat koordinasi, Dinkes Jabar juga terus mengedukasi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik, terutama gangguan saluran pernapasan, iritasi mata, dan keluhan kesehatan lainnya yang berpotensi muncul akibat paparan debu vulkanik.

Meski demikian, hingga saat ini kata dia, belum ada laporan dari dinas kesehatan kabupaten/kota terkait keluhan kesehatan masyarakat yang diduga dipicu oleh sebaran abu vulkanik Anak Krakatau.

"Belum," sambung Vini.

Terlepas dari itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar segera mendatangi fasilitas layanan kesehatan, bila mengalami sesak napas berat, nyeri dada, gangguan penglihatan dan lainnya, akibat terpapar debu.

Selain itu, pihaknya juga menyarankan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa harus ke luar, Vini meminta agar menggunakan masker N95 atau KN95, pakaian tertutup dan kacamata pelindung.

Vini juga meminta supaya pintu dan jendela tertutup rapat, agar debu abu vulkanik tidak masuk ke dalam rumah. Menutup sumber makanan dan air, rutin cuci tangan serta membasuh wajah. Terakhir, ia meminta masyarakat untuk membersihkan debu dengan cara disiram, supaya tidak lagi berterbangan.

Dinkes Jabar kata dia, akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan meminta seluruh fasilitas kesehatan tetap siaga untuk memberikan pelayanan, apabila terjadi peningkatan kasus gangguan kesehatan di wilayah terdampak. 


Editor : Ahmad Sayuti