Harga Ayam dan Telur di Jabar Naik, DKPP Sebut Masih Terkendali
Harga ayam dan telur di Jabar naik pada awal September 2026. DKPP memastikan kenaikan masih terkendali dan pasokan tetap aman.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Harga daging ayam ras dan telur ayam ras di Jawa Barat mulai mengalami kenaikan pada awal September 2026. Peningkatan permintaan, termasuk seiring kembali bergulirnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga dua komoditas pangan strategis tersebut.
Meski demikian, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat memastikan kenaikan Harga Ayam dan telur masih terkendali serta belum mengganggu stabilitas pangan di Jawa Barat.
Kepala DKPP Jawa Barat Linda Al Amin mengatakan, rata-rata harga daging ayam ras di tingkat konsumen per 7 September 2026 mencapai Rp41.310 per kilogram.
"Apabila dibandingkan dengan rata-rata bulan Agustus, mengalami kenaikan sebesar 2,09 persen," kata Linda dalam keterangan tertulisnya kepada INILAHKORAN.ID, Selasa (8/9/2026).
Harga tersebut memang berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen sebesar Rp40.000 per kilogram. Namun, selisihnya hanya sekitar 3,28 persen dari harga acuan.
Menurut DKPP Jabar, kondisi tersebut masih tergolong aman karena indikator stabilitas Harga Pangan menetapkan batas maksimal kenaikan sebesar 10 persen di atas HAP.
Harga Telur Ayam Juga Naik
Kenaikan juga terjadi pada komoditas telur ayam ras. Per 7 September 2026, rata-rata Harga Telur ayam ras di tingkat konsumen tercatat Rp25.858 per kilogram.
Harga tersebut naik 2,2 persen dibandingkan rata-rata harga pada bulan sebelumnya.
"Apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Harga Telur ayam ras tersebut mengalami kenaikan sebesar 2,2 persen," ujarnya.
Meski mengalami kenaikan, Harga Telur ayam ras masih berada cukup jauh di bawah HAP konsumen yang ditetapkan sebesar Rp30.000 per kilogram.
Harga Telur tersebut tercatat 13,81 persen lebih rendah dibandingkan harga acuan. Dengan demikian, kondisi Harga Telur juga masih berada dalam kategori aman.
Permintaan Naik, Pasokan Masih Terjaga
DKPP Jabar menilai kenaikan harga daging ayam dan telur sejauh ini masih mencerminkan peningkatan permintaan pasar yang diimbangi dengan ketersediaan pasokan.
Salah satu faktor yang ikut mendorong permintaan adalah kembali bergulirnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang turut meningkatkan kebutuhan terhadap komoditas pangan tersebut.
Pemprov Jawa Barat akan terus memantau perkembangan harga dan distribusi ayam serta telur di pasar.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi sekaligus mencegah terjadinya gejolak Harga Pangan di tengah meningkatnya konsumsi.
Dengan harga yang masih berada dalam batas indikator stabilitas pangan, DKPP Jabar memastikan kondisi pasokan dan Harga Ayam serta telur di Jawa Barat masih terkendali.***
Editor : JakaPermana

