Harga Sembako di Kota Bandung Mulai Merangkak Naik Menjelang Nataru

Menjelang libur natal dan tahun baru, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Kosambi, Kota Bandung mulai merangkak naik. Sejumlah pedagang menyebut, kenaikan ini sebenarnya sudah terjadi sejak empat bulan terakhir. Namun diperkirakan akan kembali melonjak dua pekan sebelum nataru.

Harga Sembako di Kota Bandung Mulai Merangkak Naik Menjelang Nataru
Menjelang libur natal dan tahun baru, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Kosambi, Kota Bandung mulai merangkak naik. Sejumlah pedagang menyebut, kenaikan ini sebenarnya sudah terjadi sejak empat bulan terakhir. Namun diperkirakan akan kembali melonjak dua pekan sebelum nataru.

INILAHKORAN.ID - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Kosambi, Kota Bandung mulai merangkak naik. Sejumlah pedagang menyebut, kenaikan ini sebenarnya sudah terjadi sejak empat bulan terakhir. Namun diperkirakan akan kembali melonjak dua pekan sebelum nataru.


Eeng, 52 tahun pedagang telur ayam ras, mengatakan, harga telur kini berada di kisaran Rp 30.000 per kilogram naik dari harga rata-rata Rp 26.500. Kenaikan tersebut, bukan terjadi mendadak menjelang akhir tahun. "Sudah terasa sejak empat bulan lalu. Salah satu faktor karena program makan bergizi gratis," kata Eeng, Senin 1 Desember 2025.


Menurutnya, stok telur tetap aman meski harga bergerak naik. Selain telur, minyak goreng juga ikut menanjak. Harga minyak kemasan seperti minyak kita kini dijual Rp 19.000, naik dari Rp 17.000. "Kenaikan mungkin baru akan terasa lagi dalam dua minggu ke depan," ucapnya.


Dari lapak sayur mayur, tren kenaikan harga juga terlihat. Imas Neni, 50 tahun menyebut, cabai rawit domba kini dijual Rp 8.000 dari sebelumnya Rp 5.000 per ons. Wortel naik dari Rp 17.000 menjadi Rp 24.000 per kilogram. Bawang merah ikut terdongkrak dari Rp 40.000 menjadi Rp 48.000.


"Kenaikan dipengaruhi cuaca, dan juga dampak dari program makan bergizi gratis," kata Imas.


Untuk daging ayam ras, pedagang Adi, 30 tahun mengatakan, harga kini berada pada level Rp 42.000 per kilogram naik dari Rp 40.000. Stok daging disebut masih aman, meski pembeli tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. "Perkiraan nanti tiga hari menjelang Nataru harga akan naik lagi sekitar dua sampai tiga ribu," kata Adi.


Kendati stok berbagai komoditas relatif stabil, para pedagang sepakat bahwa tren kenaikan harga masih akan berlangsung. Tekanan permintaan akhir tahun, ditambah beberapa faktor produksi membuat harga sembako diprediksi terus menanjak hingga puncak arus liburan.***


Editor : JakaPermana