Helm dan Aksesori, Jejak Cinta Taufic pada Dunia Militer
Moch Taufic mengubah kecintaan pada dunia militer menjadi helm dan aksesori custom yang diminati penggemar di dalam dan luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Moch Taufic mengubah kecintaan pada dunia militer menjadi helm dan aksesori custom yang diminati penggemar di dalam dan luar negeri.
Ceruk pasar bisnis yang dibidik Moch Taufic (51) memang tidak luas. Produk buatannya hanya ditujukan untuk penggemar militer dan anggota komunitas.
Namun, pria asal Soreang, Kabupaten Bandung itu konsisten menggelutinya. Bahkan, roda bisnisnya terus berputar sejak 2005 silam. Dua dekade sudah Bandung Army Hobby menghiasi pasar domestik dan mancanegara.
Taufic mengaku, sejumlah kota besar di Indonesia sudah pernah dikirimi produk handmade buatannya. Bahkan, produknya sempat diterbangkan ke tangan konsumennya yang berada di Kanada.
Sesuai usaha bisnisnya, produk yang ditawarkan itu berupa barang-barang berbau militer. Berbagai jenis aksesoris pun bisa dibuatkan secara custom. Namun, ada satu produk yang menjadi andalannya.
“Untuk produk, kita memang ada beberapa jenis. Ada helm, pin, jaket, pet, badge, dan beberapa barang lain yang berbau militer. Pokoknya, berbagai aksesoris yang army look,” kata Taufic saat ditemui di acara kegiatan komunitas motor, Minggu 8 Februari 2026.
Sejauh ini, dia memilih platform online untuk berdagang. Selain tak perlu mengeluarkan ongkos untuk lapak, informasi toko online miliknya bisa menjangkau lebih jauh dan menembus batas negara. Berbagai toko platform digital dan media sosial menautkan produknya.
Secara umum, Taufic menjelaskan produk yang dibikin itu mulai dari pilot helmet, ground crew helmet, tank crew helmet, tactical helmet, hingga customized helmet paint. Ada juga berbagai emblem/pin, tactical bag, dan aksesori lainnya.
“Untuk helm, kita membuat dengan bahan baku fiber resin berkualitas tinggi. Untuk pencetakannya, kita ada maklun di empat titik di Bandung ini. Nanti, kalau sudah beres, kita proses finishing di rumah,” ucap pria berkacamata itu.
Selain helm pilot, dia juga mampu mengerjakan motif helm harian. Dengan sentuhan cat airbrush, helm yang semula tampak biasa disulap menjadi lebih istimewa bagi si empunya. Pelindung kepala untuk berkendara itu bisa dilukis dengan motif dan cat aneka warna sesuai keinginan.
Disinggung mengenai omzet penjualan, sejauh ini Taufic mengaku dalam sebulan rata-rata sepuluh unit helm bisa terjual. Dia menyebutkan angka itu memang tak sebanyak produk helm yang dibuat secara massal.
“Untuk satu helm pilot yang kita jual itu harganya minimal Rp2,5 juta. Memang andalan kita, ya, helm itu,” ujarnya yang dibantu sang istri untuk membesarkan bisnis keluarga tersebut.
Selain online, pemasaran secara offline pun dilakoni. Namun, lapaknya hanya ada di acara-acara komunitas. Bersama sang istri dan putri tercintanya, Taufic rela membawa-bawa barang dagangannya untuk ditawarkan di lokasi yang berubah-ubah.
Seperti yang terlihat saat dia membuka booth pada acara klub motor. Selain helm dan apparel militer, dia pun memajang pin-pin istimewa. Motif yang dicetak pada pin logam itu berasal dari era Perang Dunia I, Perang Dunia II, hingga masa-masa perang lainnya.
“Pin yang kita buat itu dikategorikan pin perjuangan. Bahkan, pin Nazi pun kita ada. Makanya, selain pehobi militer kita juga membidik komunitas sejarah Indonesia yang biasanya mencari barang-barang antic,” ujarnya.
Ihwal passion diakuinya menjadi dasar membangun bisnis yang dilakoni. Sejak lulus SMA, dia mengaku ingin masuk Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI). Selain karena orang tuanya merupakan anggota TNI AU, Taufic pun memiliki impian menjadi tokoh dalam film layar lebar “Top Gun”.
Tak heran jika salah satu motif helm yang dibuatnya bertuliskan Maverick. Salah satu tokoh utama film penuh aksi yang diperankan Tom Cruise itu.
Meski tak lolos menjadi pilot, hasrat menuju tokoh impian itu ditumpahkan dalam bisnis. Tak hanya dari masyarakat sipil, produk buatannya pun dilirik para prajurit aktif.
“Pelanggan saya ada yang dari kalangan tentara. Biasanya mereka memesan beberapa produk buatan saya untuk dijadikan buah tangan saat seremoni serah terima jabatan. Karena kualitas barang kita bagus, mereka tak jarang memesan kembali barang yang dibeli,” jelasnya.
Saat ini, Taufic mengaku harus bersaing dengan produk asal Cina. Selain penetrasi pasar yang relatif lebih massif, produk negeri Tirai Bambu itu biasanya dibanderol lebih murah.
“Tapi dengan kualitas produk yang kita miliki, saya percaya produk buatan Bandung Army Hobby ini bisa diterima pasar,” imbuhnya.
Editor : Doni Ramdhani

