Hidup Mewah Oknum KPK Gadungan yang Lakukan Pemerasan di Lingkungan Pemkab Bogor, Sampai Kebeli Mobil Mewah Porsche
bukan hanya dua pejabat Disdik Kabupaten Bogor berinisial WM dan YP yang jadi korban pemerasan oknum KPK bernama Yusup Sulaeman itu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- pemerasan yang dilakukan oknum KPK dengan diantaranya dua korban dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor ternyata sudah berlangsung cukup lama.
Bahkan, bukan hanya dua pejabat Disdik Kabupaten Bogor berinisial WM dan YP yang jadi korban pemerasan oknum KPK bernama Yusup Sulaeman itu.
Salah seorang sumber INILAHKORAN mengatakan, pemerasan yang dilakukan oknum KPK itu menjerat korban lainnya sehingga yang bersangkutan mampu membeli mobil mewah.
"Jadi oknum ini sebelumnya, dikabarkan kerap memeras baik di Kabupaten Bogor maupun sekitarnya dengan mengaku dari KPK. Dia sering, hingga ia memiliki mobil mewah bermerk Porsche warna putih," tuturnya.
Tak hanya pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), oknum KPK tersebut juga kerap 'menjual' salah satu pimpinan DPRD Kabupaten Bogor.
"Udah keterlaluan perilakunya dan juga meresahkan, hingga dilaporkan ke KPK untuk selanjutnya diketahui bahwa ia merupakan KPK gadungan," tukasnya
Diberitakan sebelumnya, Kabid dan Kasie Disdik Kabupaten Bogor WM dan YP dikabarkan menjadi korban pemerasan Yusup Sulaeman oknum yang mengaku penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Dua pejabat yang diduga menjadi korban pemerasan Yusup Sulaeman adalah WM dan YP pejabat di Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor," kata narahubung Inilah Koran yang tak mau disebutkan namanya.
Juru Bicara KPK Kombes Tessa Mahardika pun mejelaskan kronologi yang dilakukan oknum gadungan itu.
"Kronologi pemerasan tersebut dimana pada pagi hari tadi KPK menerima informasi dari seorang pejabat di Kabupaten Bogor bahwa ada seseorang yang belakangan diketahui berinisial YS (Yusup Sulaeman) yang mengaku pegawai KPK melakukan pemerasan kepada yang bersangkutan," kata Juru Bicara KPK Kombes Tessa Mahardika kepada wartawan.
Kombes Tessa Mahardika menuturkan, diimana pejabat tersebut diminta sejumlah uang oleh orang dimaksud.
Atas laporan dimaksud, KPK menurunkan tim yang terdiri dari Penyelidik, Penyidik dan Inspektorat untuk memastikan apakah orang tersebut benar-benar merupakan pegawai KPK atau bukan.
"Setelah orang tersebut diketahui menerima uang dari pihak pelapor, tim mengamankan orang dimaksud di rumah makan Mang Kabayan, Kabupaten Bogor sekitar pukul 13.30," tutur Kombes Tessa Mahardika.
Ia menjelaskan bahwa tim penyidik dan Inspektorat KPK bersama orang dimaksud kemudian menuju kediamannya di Perumahan Villa Bogor Indah, Bogor, Utara, Kota Bogor.
"Selanjutnya YS dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk dilakukan klarifikasi. Dari hasil klarifikasi tersebut, didapat kesimpulan sementara bahwa orang tersebut bukan merupakan pegawai KPK dan hanya beroperasi sendiri," jelasnya.
Dari kegiatan dimaksud diamankan 6 orang, 1 orang (YS), 1 orang supir, 4 PNS Pemkab Bogor. Bersamaan dengan itu turut juga diamankan yang sejumlah Rp.300 juta rupiah, 1 unit Smartphone merk Iphonen, 1 unit kendaraan merk Porche warna putih dengan no pol B 1556 XD.
"Selanjutnya yang bersangkutan beserta uang, barang dan kendaraannya akan diserahkan KPK kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polres Bogor. KPK menghimbau masyarakat agar melapor kepada Kepolisian atau KPK bila menemukan praktek- praktek seperti itu. KPK dalam melaksanakan tugas tidak pernah meminta imbalan berupa uang atau yang lainnya kepada masyarakat," tukas Tessa Mahardika.***
Editor : Bsafaat
