Kepala BGN Baru Minta Masyarakat Laporkan Oknum yang Ngaku Saudaranya saat Tekan SPPG

Kepala BGN baru, Sudaryono minta masyarakat laporkan ke pihak berwajib jika bertemu oknum yang mengaku kenalannya menekan pihak SPPG.

Kepala BGN Baru Minta Masyarakat Laporkan Oknum yang Ngaku Saudaranya saat Tekan SPPG
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) baru, Sudaryono.

INILAHKORAN, Bandung - Sudayono kini resmi jadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru menggantikan Nanik S Deyanh yang baru saja mundur.

Usai dilantik, Sudaryono meminta masyarakat segera melaporkan kepada pihak yang berwajib jika ada oknum-oknum yang menekan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Saya nyatakan di sini, kalau ada orang yang mengaku-ngaku saudaranya Mas Dar (panggilan akrab Sudaryono) lah, ngaku keluarga lah, ngaku teman, alumni lah, ngaku siapapun, kemudian minta atensi atau minta perlakuan khusus lah, minta duit dan menekan internal kita SPPI lah, siapapun itu yang dia melakukan tindak perbuatan yang enggak benar, saya pastikan tidak ada hubungannya. Silakan dilaporkan saja ke pihak berwajib, siapapun itu saya enggak peduli," tutur Sudaryono.

Di awal pembahasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Sudaryono sudah dilibatkan dan banyak bersinggungan terkait rantai pasok, sehingga urusan-urusan yang berkaitan dengan program peningkatan gizi nasional itu sudah dipahaminya dengan baik.

"Dulu waktu membahas MBG saya juga bagian dari orang yang terlibat, kemudian saya sebagai Wakil Menteri Pertanian juga kita sedikit banyak bersinggungan karena memang terkait rantai pasok dan lain-lain," jelasnya.

Kepala BGN baru ini juga mengaku telah menerima banyak masukan, keluhan, dan saran dari masyarakat terkait perbaikan Program MBG dan selalu mendengarkannya.

"Saya mendengarkan itu, selain itu, saya juga adalah orang politik, saya adalah Ketua Gerindra Jawa Tengah, tentu saja kader-kader itu juga lapor, 'Ini begini Mas Dar, ini begini Mas Dar,' tentu saja semua informasi itu sudah saya catat, tinggal nanti kita elaborasi dengan internal dan kita menerima masukan dari eksternal," jelasnya.***


Editor : Irma Nurfajri