Hasil Survei LSI: Kinerja Dedi Mulyadi Masih Moncer, Kepuasan Publik 95,4 Persen

LSI merilis tingkat kepuasan masyarakat terhadap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menembus angka 95,4 persen

Hasil Survei LSI: Kinerja Dedi Mulyadi Masih Moncer, Kepuasan Publik 95,4 Persen

INILAHKORAN.ID - Tingkat kepuasan masyarakat terhadap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menembus angka 95,4 persen. Temuan itu terungkap dalam survei terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI), yang mengukur evaluasi publik terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat selama satu setengah tahun terakhir.

Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan menyebut, tingginya tingkat kepuasan tersebut tidak hanya ditopang oleh penilaian terhadap kinerja pemerintahan, tetapi juga dipengaruhi kuatnya figur dan pola komunikasi Dedi Mulyadi yang dinilai dekat dengan masyarakat.

"Yang kita temukan adalah bahwa tingkat kepuasan masyarakat kepada Gubernur itu berada di posisi 95,4 persen, tinggi ya," kata Djayadi dalam rilis temuan survei LSI di Kota Bandung, Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, terdapat tiga faktor utama yang membentuk persepsi positif masyarakat terhadap pemerintahan Jawa Barat. Faktor pertama adalah penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi yang dinilai masih cukup terkendali.

"Ada 44 persen masyarakat yang menilai ekonomi sedang," ujarnya.

Faktor kedua berasal dari evaluasi terhadap jalannya pemerintahan. Hasil survei menunjukkan lebih dari 60 persen responden menilai pelaksanaan pemerintahan Provinsi Jawa Barat berjalan baik.

Sementara faktor ketiga adalah apresiasi masyarakat terhadap berbagai program dan layanan publik yang dijalankan Pemprov Jabar, mulai dari pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, koperasi hingga program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.

"Jadi tiga faktor itu mempengaruhi persepsi positif yang sangat tinggi kepada Gubernur Jawa Barat pada survei kali ini," tutur Djayadi.

Meski demikian, LSI menilai tingginya kepuasan publik tidak bisa dilepaskan dari sosok Dedi Mulyadi yang memiliki tingkat popularitas hampir sempurna di Jawa Barat.

"Karena Gubernur ini adalah termasuk salah satu Gubernur yang sangat populer di masyarakat. Popularitasnya mencapai hampir 100 persen, artinya seluruh masyarakat Jawa Barat tahu dengan KDM, dengan Gubernur," katanya.

Djayadi menilai gaya komunikasi Dedi yang mengedepankan pendekatan kemanusiaan serta aktivitasnya yang masif di media sosial turut memperkuat citra positif di mata publik.

"Pola-pola komunikasinya yang dianggap sangat merakyat, punya sentuhan-sentuhan kemanusiaan terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari dari berbagai lapisan masyarakat itu, saya kira juga berpengaruh terhadap evaluasi positif masyarakat kepada kinerja beliau sebagai Gubernur," ujarnya.

Efektivitas komunikasi digital tersebut juga didukung tingginya penetrasi internet di Jawa Barat. Berdasarkan hasil survei, sebanyak 84 persen masyarakat Jawa Barat telah terhubung ke internet dan mayoritas aktif menggunakan media sosial.

"Evaluasi positif masyarakat terhadap KDM itu juga dipengaruhi oleh informasi-informasi positif atau konten-konten positif yang disampaikan oleh Dedi Mulyadi hampir setiap hari," kata Djayadi.

Tantangan Terberat Dedi Mulyadi 

Meski tingkat kepuasan sudah berada di atas 90 persen, Djayadi mengingatkan tantangan terbesar Dedi Mulyadi saat ini bukan lagi meningkatkan angka tersebut, melainkan mempertahankannya.

"Memang sudah sulit untuk naik lagi kalau tingkat kepuasan sudah mencapai 90 persen. Jadi memang tugas KDM sekarang adalah mempertahankan evaluasi positif itu jangan sampai turun," ujarnya.

LSI juga menemukan masih terdapat sejumlah wilayah yang tingkat evaluasi positifnya belum setinggi daerah lain. Karena itu, Djayadi menyarankan pemerintah provinsi lebih fokus menjangkau daerah-daerah yang masih menunjukkan tingkat kepuasan relatif rendah.

Di sektor ekonomi, ia menilai perhatian khusus perlu diberikan kepada kelompok masyarakat yang paling merasakan tekanan ekonomi saat ini, yakni kelas menengah perkotaan, perempuan, dan generasi Z.

"Maka program-program pemerintah ke depan terutama secara ekonomi bisa diarahkan dengan cara memberikan atensi-atensi atau perhatian-perhatian khusus kepada perempuan ibu rumah tangga, kelas menengah perkotaan, dan juga Gen Z," katanya.

Survei ini sekaligus mengonfirmasi bahwa kombinasi antara kinerja pemerintahan, efektivitas program publik, dan kekuatan personal branding Dedi Mulyadi menjadi modal utama yang menjaga tingkat kepercayaan masyarakat Jawa Barat tetap berada pada level sangat tinggi.

Survei ini dilakukan LSI pada periode 2-9 Juli 2026, dengan melibatkan 800 responden melalui metode multistage random sampling, margin of error sekitar 3,5 persen serta tingkat kepercayaan mencapai 95 persen. Responden terpilih melakukan wawancara tatap muka. 


Editor : Ahmad Sayuti