Live Bursa Kerja Dedi Mulyadi Diserbu 268,5 Ribu Penonton, 299 Lowongan Dibuka

Kanal TikTok Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang menayangkan layanan Live Bursa Kerja diserbu warganet.

Live Bursa Kerja Dedi Mulyadi Diserbu 268,5 Ribu Penonton, 299 Lowongan Dibuka
Live Bursa Kerja di TikTok ini juga mencatat ada 1 juta pemilik akun yang menyukai siaran, dengan melakukan tap layar. (yuliantono)

INILAHKORAN.ID - Kanal TikTok Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang menayangkan layanan Live Bursa Kerja diserbu warganet.

Program perdana yang digelar di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Rabu (19/9/2026) itu mencatat interaksi tinggi. Siaran yang berlangsung selama 36 menit tersebut diikuti hingga akhir oleh 268,5 ribu pemilik akun TikTok.

Selain itu Live Bursa Kerja di TikTok ini juga mencatat ada 1 juta pemilik akun yang menyukai siaran, dengan melakukan tap layar. Sementara itu, kolom komentar dihujani 14,6 ribu komentar.

"Yang suka itu ada 1 juta pemilik akun tap layar, yang mengikuti tayangan sampai akhir ada 268,5 ribu, yang memberi komentar 14,6 ribu dimana durasi live mencapai 36 menit," ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar Adi Komar dalam keterangannya.

Tingginya interaksi itu beriringan dengan informasi konkret yang ditawarkan. Sebanyak 15 perusahaan di Kabupaten Bekasi ikut membuka informasi kesempatan kerja melalui siaran tersebut.

Total 299 lowongan pekerjaan ditawarkan, dalam kegiatan yang dihadiri Dedi Mulyadi bersama Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja dan sejumlah pimpinan HRD perusahaan.

"Ada 15 perusahaan yang memposting lowongan kerja di acara bursa kerja live Pak Gubernur, seluruhnya perusahaan berada di Kabupaten Bekasi," ungkap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPSTP) Jabar Dedi Taufik.

Dedi Mulyadi sebelumnya menyampaikan, layanan tersebut tidak berhenti di Kabupaten Bekasi. Live Bursa Kerja akan digelar setiap pekan dengan lokasi yang berpindah-pindah di berbagai wilayah Jawa Barat.

Dia menilai, selama ini persoalan informasi menjadi salah satu kendala yang dihadapi pencari kerja. Sebab, masih ada perusahaan yang belum secara terbuka menyampaikan kebutuhan tenaga kerja kepada masyarakat.

"Info lowongan kerja selalu ditanyakan. Banyak perusahaan yang tidak mau terbuka terhadap lowongan kerja di perusahaannya," ucapnya.

Menurut Dedi, transparansi mengenai kesempatan kerja diperlukan agar masyarakat dapat mengidentifikasi lowongan yang sesuai dengan kemampuan dan persyaratan yang dimiliki.

"Semoga informasi ini bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Provinsi Jawa Barat, terutama para pencari kerja, khususnya para pencari kerja di wilayah di mana kegiatannya dilaksanakan," katanya.

Usai Kabupaten Bekasi, layanan Live Bursa Kerja di TikTok Dedi Mulyadi ini akan menyambangi Kota Depok pada Rabu pekan depan. Setelah itu, agenda serupa akan digilir ke daerah lain di Jawa Barat.

"Rabu ini kami akan membuatnya di Kabupaten Bekasi, Rabu depan kami akan melaksanakan di Kota Depok dan seterusnya kami akan menyampaikan. Manfaatkan kesempatan ini, semoga bermanfaat bagi para pencari kerja di Jawa Barat," tandasnya. 


Editor : Doni Ramdhani