Hindari Insiden Buruk Jelang Nataru 2023/2024, Disparbud KBB Monitoring Sarpras di Kawasan Wisata Lembang
Jelang libur Nataru 2023/2024, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) tengah gencar melakukan monitoring fasilitas sarana dan prasarana penunjang di sejumlah destinasi wisata di kawasan Lembang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Jelang libur Nataru 2023/2024, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) tengah gencar melakukan monitoring fasilitas sarana dan prasarana penunjang di sejumlah destinasi wisata di kawasan Lembang.
Adapun sejumlah destinasi wisata yang diawasi jelang Nataru 2023/2024 antara lain The Great Asia Afrika (TGAA), Lembang Park and Zoo, Terminal Wisata Grafika Cikole, Orchid Forest, dan Dusun Bambu. Kemudian Sarae Hills, Maribaya Hot Spring Resort, Dago Dream Park, dan The Lodge Maribaya.
Pengawasan tersebut dilakukan guna memastikan semua fasilitas sarpras yang ada di destinasi wisata sekitar Lembang itu dalam kondisi aman dan siap digunakan. Terlebih jelang libur Nataru 2023/2024 yang biasanya terjadi lonjakan wisatawan.
Dengan demikian, bisa terhindar dari insiden atau kejadian yang bisa menimbulkan korban jiwa dan materi saat liburan Nataru 2023/2024.
"Berdasarkan surat edaran Disparbud Jabar tentang imbauan persiapan Nataru, maka kami melaksanakan pemantauan dan melakukan langkah antisipasi pencegahan bencana khususnya pada daya tarik wisata yang rawan bencana," kata Kepala Bidang Pariwisata Disparbud KBB David Oot, belum lama ini.
David menjelaskan, pengawasan dan pembinaan destinasi wisata dalam rangka kesiapan menghadapi Nataru merupakan tupoksi Disparbud.
Termasuk, bersama pelaku wisata harus menjamin rasa aman dan nyaman dalam melayani wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata khususnya di daerah Lembang.
"Disparbud memiliki tupoksi atas dasar Perda Penyelenggaraan Kepariwisataan dan Peraturan Menparekraf RI Nomor 4 Tahun 2021," jelasnya.
"Adapun usaha pariwisata terlebih yang berisiko agar dilengkapi dengan standar operational prosedur (SOP) dan juga pengawasan dalam operasional wahana," sambungnya.
David menyebut, pemeriksaan dilakukan seperti untuk fasilitas Lift Gandola di The Great Asia Afrika, Jembatan Gantung di Sarae Hills, Funicular di The Lodge Maribaya, Wood Bridge di Orchid Forest, Rainbow Slide di Floating Market, dan wahana outbond di Terminal Wisata Grafika Cikole.
"Kami cek guna memastikan semuanya aman, agar kejadian seperti di Banyumas dan Bali tidak terjadi di wilayah KBB," ujarnya.
Sementara itu, Manager Operasional The Great Asia Afrika Lembang Wawan Gunawan mengakui pihaknya selalu rutin secara berkala memeriksa keamanan lift Gandola, seperti pengecekan jalur lift, kondisi lift, membatasi pengguna maksimal 10 orang dari beban yang diperbolehkan 20 orang.
Termasuk, mengingatkan pengguna tidak mengeluarkan anggota tubuh saat Gandola naik atau turun.
"Ada mekanik khusus yang standby dari kami dan juga dari pihak rekanan penyedia untuk memastikan lift Gandola aman," ucapnya.
"Kalau ada trouble kita laporkan, tapi selama TGAA buka, bersyukur tidak ada kendala. Rutin kami periksa, bahkan setiap Selasa adalah hari khusus pengecekan," tambahnya.
Secara umum, terang Wawan, pihaknya sudah siap menyongsong wisatawan yang datang pada momen libur Natal dan Tahun Baru. Selain kesiapan fasilitas pendukung dan berbagai spot wahana negara-negara Asia Afrika yang bisa dikunjungi, ada juga wahana baru yang ditawarkan ke pengunjung berupa Sky Ride.
"Itu wahana baru yang kami tawarkan, dan banyak dicoba oleh wisatawan yang datang," pungkasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani
