Hore... Jembatan Citarum di Dayeuhkolot Bakal Diperbaiki Pemprov Jabar pada 2025
Jembatan Citarum di Jalan Raya Dayeuhkolot yang rusak sejak Agustus 2021 akan segera diperbaiki Pemprov Jabar. Pembangunan kembali jembatan Citarum di Dayeuhkolot ini menjadi salah satu prioritas Pemprov Jabar pada 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Soreang - Jembatan Citarum di Jalan Raya Dayeuhkolot yang rusak sejak Agustus 2021 akan segera diperbaiki Pemprov Jabar. Pembangunan kembali Jembatan Citarum di Dayeuhkolot ini menjadi salah satu prioritas Pemprov Jabar pada 2025.
Terkait rencana perbaikan Jembatan Citarum di Dayeuhkolot tersebut dikatakan anggota DPRD Jabar dari Partai Demokrat Saeful Bachri di Soreang, Minggu 15 Desember 2024.
"Menjadi prioritas pada 2025, karena Jembatan Citarum di Dayeuhkolot ini sangat vital. Itu kan koneksimya luar biasaa antara Kota Bandung sebagai ibukota Propinsi dengan Kabupaten Bandung dan daerah selatan," kata Saeful.
Menurutnya, pada 2025 mendatang sedikitnya ada 6 hingga 7 jembatan di Jabar yang harus mendapat perbaikan. Namun, lantaran keterbatasan anggaran maka hanya satu yang prioritas yaitu Jembatan Citarum Dayeuhkolot yang dinilai mendesak karena jembatan yang melintang diatas Sungai Citarum itu tidak pernah mendapat perbaikan sejak dinyatakan retak sehingga harus dibantu jembatan darurat sejak 2021 lalu.
Meski begitu, untuk kepastiannya masih menunggu pendataan terbaru terkait bencana yang terjadi di Cianjur dan Sukabumi yang konon kabarnya juga membuat sejumlah jembatan di dua daerah itu mengalami kerusakan.
"Tapi sekarang kan ada bencana Sukabumi. Namanya juga bencana alamnya ya tidak bisa diduga. Ada jembatan yang kena atau tidak, kalau misalnya disana aman, itu tetap menjadi prioritas 2025, Jembatan Citarum akan dimulai," ujarnya.
Salah seorang warga Dayeuhkolot, Yuli Yulianti (30) menyambut gembira rencana pembangunan kembali jembatan Dayeukolot itu. Ia yang sehari-hari bekerja di Kota Bandung tentu melewati jembatan tersebut.
"Alhamdulillah semoga bukan janji saja, karena kabar ini sering saya dengar sejak beberapa tahun lalu. Mau diperbaiki tapi ternyata bohong," ujar Yuli.
Dia pun bercerita vitalnya jembatan tersebut dan kalau tidak diperbaiki bisa berpotensi mengancam keselamatan para pengendara.
"Kalau jam sibuk pada pagi dan sore, apalagi kalau pas banjir, itu kan macet ya. Nah saat kita terjebak macet diatas jembatan yang kita tahu itu rusak atau retak, itu kan rasa nano-nano berkecamuk saja, takut jembatan sementaranya itu ambrol tak kuat menahan beban," katanya.
Editor : Doni Ramdhani

