Hujan Diprediksi Mengguyur Bandung Raya Hingga April, BPBD Cimahi Waspadai Potensi Bencana Alam
Hujan deras masih akan melanda kawasan Bandung Raya hingga April dan BPBD Cimahi pun mengimbau masyarakat waspada bencana alam
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi cuaca masih basah kering. Sehingga potensi terjadinya hujan deras masih sangat mungkin terjadi dari mulai Maret hingga April 2022.
Menyikapi hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap berbagai potensi bencana alam yang diakibatkan hujan deras dengan intensitas tinggi.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Cimahi, Asep Bahtiar mengatakan, berdasarkan prediksi BMKG bulan Maret April ini cuacanya masih basah kering.
Baca Juga: Ini Dia Calon Pengganti Bruno Catanhede, Robert Alberts: Siapa Dia?
"Jadi menurut BMKG Maret April ini kita harus waspada terkait dengan cuaca ekstrim," katanya.
Ia menyebut, ada berbagai potensi bencana alam yang mengintai di Kota Cimahi ketika memasuki cuaca ekstrem. Seperti angin puting beliung, longsor hingga banjir.
"Kita antisipasinya lebih ke longsor. Banyak pohon-pohon di jalan kita antisipasi untuk angin puting beliung, banjir. Kemudian ada juga potensi longsor," sebutnya.
Baca Juga: Korupsi Dana Hibah Gerakan Pramuka Kota Bandung, Seorang Kadis dan Dosen Diperiksa Kejati Jabar
Peristiwa terkini, kata dia, hujan deras yang mengguyur pada Kamis 31 Maret 2022 malam menimbulkan terjadinya bencana alam di sejumlah titik di Kota Cimahi. Yaitu di Kelurahan Padasuka, Kelurahan Cipageran dan Kelurahan Baros.
"Di Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, tepatnya di RT 03/06 ada tiga unit rumah warga yang digenangi air dengan ketinggian 50-60 centimeter. Penyebabnya saluran drainase yang tersumbat ketika hujan deras membuat air meluber ke pemukikan warga." katanya.
Kemudian, lanjut dia, di RT 03/01 Kelurahan Padasuka ada Tembok Penahan Tebing (TPT) yang ambruk akibat tidak kuat menahan terusan air yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi.
"Material tembok dan tanah tersebut masuk ke area rumah warga," ujarnya.
Di Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, sambung dia, ada 58 rumah dan 19 kontrakan serta sebuah musala yang digenangi air hingga 60 centimeter akibat luapan air dari saluran drainase yang tersumbat dipicu hujan dengan insnetitas tinggi.
"Satu kejadian lagi itu di Cipageran ada satu rumah yang tergenang dengan ketinggian 30 centimeter. Penyebabnya sama, hujan dengan intensitas tinggi ditambah drainase yang kurang optimal," pungkasnya. (agus satia negara).
Editor : inilahkoran


