IBCSD Dorong Industri Jawa Barat Percepat Penerapan Teknologi Bersih untuk Tekan Emisi
IBCSD mendorong industri di Jawa Barat mempercepat penerapan teknologi bersih untuk menekan emisi karbon melalui kolaborasi dunia usaha dan pemerintah daerah menuju ekonomi rendah karbon.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) mendorong pelaku industri di Jawa Barat untuk mempercepat penerapan teknologi bersih guna menekan emisi karbon.
Dorongan tersebut disampaikan melalui sebuah forum yang mempertemukan dunia usaha dengan pemerintah daerah dalam upaya mempercepat transformasi menuju ekonomi rendah karbon.
Direktur Eksekutif IBCSD Indah Budiani menegaskan, transformasi sektor industri menuju rendah karbon harus dilakukan secara aplikatif melalui strategi teknis yang jelas serta langkah-langkah implementatif dalam upaya dekarbonisasi.
“Provinsi Jawa Barat dinilai memiliki posisi strategis dalam agenda transisi rendah karbon nasional, mengingat perannya sebagai pusat industri dan ekonomi,” kata Indah dalam forum bertajuk Menuju Aksi Nyata Mendorong Transformasi Bisnis Menuju Ekonomi Rendah Karbon di Bandung, Sabtu (24/1/2025).
Indah menjelaskan, forum tersebut mempertemukan pelaku industri, pemerintah daerah, dan mitra pembangunan untuk membahas strategi teknis serta langkah implementatif dekarbonisasi sektor industri. Hasil diskusi dan lokakarya diharapkan dapat menjadi dasar tindak lanjut yang konkret.
“Kami ingin menjadikan hasil diskusi hari ini sebagai pijakan untuk pendampingan teknis, pengembangan proyek dekarbonisasi, hingga penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan mitra pembangunan,” ujarnya.
Menurut Indah, kegiatan ini juga diharapkan mendorong partisipasi aktif pelaku usaha dan pemerintah daerah dalam memetakan sumber emisi serta mengidentifikasi langkah dekarbonisasi yang relevan dengan proses bisnis masing-masing perusahaan.
“Para pelaku industri didorong melakukan inventarisasi emisi, meningkatkan efisiensi energi, melakukan elektrifikasi proses produksi, serta memanfaatkan energi bersih secara bertahap dan terukur,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Provinsi Jawa Barat Eka Jatnika Sundana menyatakan bahwa kolaborasi dengan sektor industri menjadi kunci utama pembangunan rendah karbon di Jawa Barat.
“Transformasi menuju ekonomi rendah karbon harus berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing daerah. Hal ini hanya dapat dicapai melalui sinergi kebijakan dan aksi nyata dunia usaha,” ujarnya.
Senada dengan itu, Founder KADIN Net Zero Hub Syarika Bralini menekankan, transformasi menuju industri rendah karbon merupakan imperatif strategis agar perusahaan tetap relevan dan kompetitif.
“Kami mendorong dunia usaha untuk tidak berhenti pada komitmen, tetapi membangun kapasitas nyata, mulai dari inventarisasi emisi, peningkatan efisiensi energi, hingga implementasi solusi yang terukur dan dapat dijalankan di level operasional,” kata Syarika. ***
Editor : Gin gin T Ginulur

