Tidak Hanya Efektif Tekan Biaya Operasional, Pengamat Nilai WFH Juga Kurangi Kemacetan dan Emisi Karbon

Melalui Surat Edaran Nomor: 188/KPG.03/BKD tentang Penyesuaian Mekanisme Kerja Pegawai, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dipastikan menerapkan work from home (WFH) setiap Kamis secara 100 persen, di luar pelayanan publik per 2026 ini.

Tidak Hanya Efektif Tekan Biaya Operasional, Pengamat Nilai WFH Juga Kurangi Kemacetan dan Emisi Karbon
Melalui Surat Edaran Nomor: 188/KPG.03/BKD tentang Penyesuaian Mekanisme Kerja Pegawai, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dipastikan menerapkan work from home (WFH) setiap Kamis secara 100 persen, di luar pelayanan publik per 2026 ini.

INILAHKORAN.ID - Melalui Surat Edaran Nomor: 188/KPG.03/BKD tentang Penyesuaian Mekanisme Kerja Pegawai, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dipastikan menerapkan work from home (WFH) setiap Kamis secara 100 persen, di luar pelayanan publik per 2026 ini.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono menilai, kebijakan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang menerapkan WFH bagi ASN terbilang tepat. Sudah saatnya kata dia, ASN diberikan fleksibilitas dalam bekerja.

"Jadi memang sudah saatnya sih, memberikan ruang yang lebih leluasa kepada pegawai negeri untuk bekerja dari rumah. Yang terpenting adalah bagaimana hasil pekerjaannya berkontribusi terhadap pencapaian tujuan," ujar Kristian saat dihubungi INILAHKORAN.ID, Rabu 7 Januari 2026.

Di mana Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan perangkat daerah secara berkala melakukan pengawasan dan pengukuran, terkait kontribusi ASN selama WFH diimplementasikan.

"Jadi dipantau, lalu diukur. Sejauh mana kontribusi dari hasil pekerjaan yang dilakukan dari rumah, terhadap pencapaian tujuan organisasi secara keseluruhan," ucapnya.

Selain itu, WFH juga kata Kristian, selain efektif menekan biaya operasional, juga memberikan dampak positif di lingkungan sosial. Di mana volume kendaraan dan polusi bisa berkurang, karena pekerja yang biasa bekerja di kantor, kini menyelesaikan tanggungjawabnya dari rumah.

"Nah terlepas dari itu, kan banyak ya manfaat dari WFH. Termasuk juga mengurangi angka kemacetan, emisi gas karbon yang merusak lingkungan. Menurut saya positif-positif saja, tidak ada masalah. Jadi kalau bekerja itu memang tidak harus selalu artinya on-site ya. Yang terpenting proses koordinasinya," katanya. 

Kembali lagi dia menegaskan, WFH harus terus dipantau dan dievaluasi, supaya jangan sampai pelayanan menjadi tidak optimal.

"Selain kontribusi pekerjaan, proses koordinasi ketika pelaksanaan pekerjaan, jangan sampai kemudian ya layanan-layanan yang harusnya bisa diberikan dengan, optimal menjadi tidak optimal ketika WFH diterapkan," ucapnya.***


Editor : JakaPermana