Igor Tolic Bongkar Kunci Comeback Persib atas Melbourne Victory, Ragnar Jadi Pembeda
Igor Tolic mengungkap strategi comeback Persib Bandung atas Melbourne Victory dengan skor 2-1. Perubahan formasi dan peran Ragnar Oratmangoen menjadi kunci
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, membeberkan strategi yang membawa Maung Bandung meraih kemenangan dramatis atas Melbourne Victory FC pada lanjutan Grup E AFC Champions League (ACL) Two 2026/2027 di AAMI Park, Melbourne, Australia, Rabu (4/11/2026).
Persib sempat tertinggal lebih dulu akibat gol bunuh diri Julio Cesar pada menit ke-71. Namun, Maung Bandung mampu membalikkan keadaan melalui gol Luka Menalo pada menit ke-85 dan Balsa Sekulic pada menit ke-90. Persib pun menutup pertandingan dengan kemenangan 2-1.
Igor mengungkapkan, sejak awal pertandingan, Persib telah menyiapkan strategi untuk menghadapi kekuatan Melbourne Victory. Ia memilih menurunkan pemain-pemain dengan karakter pekerja keras pada babak pertama guna menjaga keseimbangan permainan sekaligus mengontrol ritme pertandingan.
“Pada dasarnya, rencananya adalah melakukan apa yang perlu kami lakukan dengan memanfaatkan pemain yang kami miliki. Kami tahu jadwal Melbourne, kami juga tahu jadwal kami. Kami menurunkan pemain-pemain pekerja keras di babak pertama, memastikan kami tidak kebobolan dan mengontrol ritme permainan,” kata Igor Tolic, Kamis (5/11/2026).
Namun, strategi tersebut harus disesuaikan setelah Persib kebobolan pada menit ke-71. Igor menyadari timnya perlu melakukan perubahan untuk mengejar ketertinggalan.
“Jika hasilnya berjalan negatif seperti yang terjadi, kami harus mengubah sesuatu karena setidaknya kami membutuhkan hasil imbang atau kemenangan,” ujarnya.
Ragnar Oratmangoen Jadi Kunci Perubahan Strategi
Igor kemudian menarik keluar bek tengah Julio Cesar dan mengubah skema permainan Persib menjadi empat bek. Menurutnya, struktur tersebut merupakan salah satu pola yang sudah biasa digunakan tim.
“Kami mengekspos para pemain sayap dan menempatkan pemain-pemain luar biasa di posisi tersebut,” bebernya.
Perubahan lainnya dilakukan dengan memasukkan Ragnar Oratmangoen. Pemain tersebut diberi peran sebagai gelandang serang atau nomor 10 untuk menambah daya gedor sekaligus membuka ruang di antara lini pertahanan Melbourne Victory.
Igor menilai Ragnar memiliki kemampuan menerima bola di antara lini dan menciptakan peluang. Kehadirannya membuat Persib memiliki lebih banyak opsi serangan, terutama ketika pertahanan Melbourne Victory menerapkan garis pertahanan tinggi.
“Ragnar masuk sebagai nomor 10. Dia merupakan penyerang tambahan, bisa menerima bola di antara lini dan menciptakan sesuatu. Kemudian ruang menjadi terbuka. Kami melihat lini belakang Melbourne bermain tinggi dan kami memanfaatkan ruang tersebut,” tambah Igor.
Selain perubahan taktik, Igor juga menyoroti kualitas individu para pemain depan Persib. Kemampuan mereka menghadapi pemain bertahan lawan dalam situasi satu lawan satu dinilai menjadi faktor penting dalam membangun serangan.
Dukungan lini tengah juga berperan dalam keberhasilan strategi tersebut. Igor secara khusus menyebut Thom Haye dan Marc Klok yang bertugas sebagai playmaker dari posisi nomor 6.
Keduanya dinilai memiliki kemampuan mengirimkan umpan yang dapat dimaksimalkan oleh para pemain depan Persib.
“Anda hanya perlu membiarkan keempat pemain depan bebas dan mereka akan menikmati permainan,” jelas Igor.
Persib Pastikan Tiket 16 Besar ACL Two
Kemenangan atas Melbourne Victory FC membuat Persib Bandung semakin kokoh di Grup E ACL Two 2026/2027. Maung Bandung juga memastikan diri lolos ke babak 16 besar meski masih menyisakan dua pertandingan.
Persib telah mengoleksi 12 poin. Raihan tersebut dipastikan tidak lagi dapat dikejar para pesaingnya, termasuk FC Seoul yang berada di posisi kedua dan Melbourne Victory FC di peringkat ketiga.
Hasil ini sekaligus menunjukkan keberhasilan Persib dalam mengubah pendekatan permainan setelah tertinggal, hingga mampu mengamankan kemenangan di kandang Melbourne Victory.
Editor : Ahmad Sayuti

