alan Citatah-Pasegan KBB Masih Tanah dan Batu, Warga Kesulitan saat Musim Hujan
Jalan Citatah-Pasegan sepanjang 5 kilometer di Cipatat, KBB, disebut belum pernah dibangun permanen. DPRD memastikan usulan pembangunannya menjadi prioritas.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Jalan penghubung Desa Citatah dan Desa Pasegan di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), sepanjang lima kilometer ternyata bukan sekadar mengalami kerusakan. Jalan tersebut disebut belum pernah dibangun secara permanen sejak dahulu.
Hingga kini, warga masih menggunakan akses berupa tanah dan bebatuan tanpa perbaikan berarti. Kondisinya semakin menyulitkan saat musim hujan karena permukaan jalan menjadi licin dan berbahaya untuk dilalui.
Ketua RW 20 Desa Cipatat, Pepen, menyebut jalan tersebut belum pernah tersentuh pembangunan permanen. Kondisi itu berdampak terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari anak sekolah yang kesulitan berangkat ke sekolah hingga petani yang harus mengeluarkan ongkos angkut lebih mahal.
Warga yang sakit juga kesulitan dibawa menuju fasilitas kesehatan. Bahkan, kecelakaan akibat kondisi jalan yang licin dan tidak rata disebut kerap terjadi.
"Jadi bukan rusak tapi memang belum dibangun sejak dahulu. Mungkin seumur hidup saya masih belum tersentuh oleh perbaikan," kata Pepen.
DPRD KBB Dorong Jalan Citatah-Pasegan Jadi Prioritas
Menanggapi keluhan warga, Ketua Komisi III DPRD KBB Pither Tjuandys memastikan usulan pembangunan jalan tersebut masuk dalam daftar prioritas pemerintah daerah.
Ia juga menyampaikan adanya dorongan agar pekerjaan pembangunan infrastruktur jalan tidak lagi dilakukan setengah-setengah atau berhenti sebelum seluruh ruas yang direncanakan selesai.
"Kepala Dinas terkait sempat menyampaikan dia tidak mau pekerjaan jalan itu tanggung-tanggung. Kalau sudah dikerjakan satu setengah kilometer dan tinggal 500 meter maka harus diselesaikan sampai tuntas," kata Pither saat ditemui, Kamis (5/11/2026).
Selain Jalan Citatah-Pasegan, percepatan kelanjutan perbaikan Jalan Warung Pulus di Kecamatan Batujajar juga menjadi perhatian. Ruas tersebut sebelumnya telah ditinjau langsung oleh Komisi III DPRD KBB.
Pither menilai pembangunan infrastruktur harus memperhatikan pemerataan agar tidak hanya wilayah tertentu yang terus mendapatkan perhatian, sementara daerah lainnya terabaikan.
"Kita akan memperhatikan semua titik kerusakan. Tapi kita juga melihat secara keseimbangan jadi tidak semuanya di selatan atau tidak semua di Batujajar saja," ujarnya.
"Setiap kecamatan harus mendapat perhatian yang proporsional sesuai dengan kebutuhannya," jelasnya.***
Editor : JakaPermana

