Imigrasi Bogor Cegah TPPO dan TPPM dengan Sosialisasi Langsung ke Aparatur wilayah serta Masyarakat

Imigrasi Bogor Cegah TPPO dan TPPM dengan Sosialisasi Langsung ke Aparatur wilayah serta Masyarakat

INILAHKORAN, Bogor - Kepala Subseksi Intelijen Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor, Rizki Ari Kurniawan Ramadhan menerangkan, peran masyarakat dalam pencegahan Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM) sangatlah penting.

"Untuk memperkuat hal itu, kami telah menggelar sosialisasi Keimigrasian tentang Pencegahan TPPO dan TPPM. Sosialisasi kemarin itu kerjasama Kelurahan Nanggewer Mekar dengan kami Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor," ungkap Rizki kepada wartawan dalam keterangan tertulis pada Minggu 21 September 2025 siang.

Rizki memaparkan, kejahatan yang disebutkan tadi seringkali melibatkan iming-iming pekerjaan atau perjalanan ke luar negeri dengan cara ilegal. 

"Oleh karena itu, masyarakat perlu waspada dan memastikan prosedur keimigrasian dilakukan sesuai aturan," paparnya.

Rizki menjelaskan, imigrasi bogor siap memberikan pendampingan agar masyarakat terhindar dari jeratan sindikat perdagangan orang maupun penyelundupan manusia.

"Imigrasi Bogor memberikan langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di tingkat keluarga maupun lingkungan sekitar. Edukasi ini penting agar masyarakat mampu mengenali modus operasi sindikat yang semakin beragam. Kunci utama adalah pengetahuan. Dengan memahami ciri-ciri dan pola perekrutan ilegal, kita bisa mencegah korban baru bermunculan," jelas Rizki.

Sementara itu, Lurah Nanggewer Mekar, Kabupaten Bogor, Hanny Septianie, S.H mengapresiasi dukungan Imigrasi Bogor dan berharap kegiatan kemarin mampu memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya mencegah TPPO dan TPPM.

"Sosialisasi kemarin diharapkan membuat masyarakat lebih berdaya, terlindungi dan mampu menjadi garda terdepan dalam melawan kejahatan perdagangan orang maupun penyelundupan manusia," pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti