Indeks Literasi Masyarakat Harus Ditingkatkan, Ini Manfaatnya
Kepala Perpustakaan Nasional (Perpunas) Muhammad Syarif Bando menuturkan, Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM) sangat dibutuhkan masyarakat agar bisa cerdas dan literat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Kepala Perpustakaan Nasional (Perpunas) Muhammad Syarif Bando menuturkan, Peningkatan indeks literasi Masyarakat (PILM) sangat dibutuhkan masyarakat agar bisa cerdas dan literat.
"Bangsa yang cerdas berkorelasi dengan kesejahteraan. Dan tugas perpustakaan adalah mencerdaskan anak bangsa sesuai amanah yang disebutkan dalam Undang-undang 1945," ungkap Syarif Bando pada Rabu 22 Maret 2023.
Syarif Bando melanjutkan, dibutuhkannya masyarakat agar bisa cerdas dan literat, karena tidak lama lagi Indonesia akan memasuki pesta demokrasi. Di situlah potensi terjadi disrupsi informasi yang seringkali mengarah ke arah hoaks sehingga diperlukan kemampuan literasi agar terhindar dari kesalahpahaman atau pun ketidakmengertian informasi.
"Faktanya, Indonesia masih memiliki persoalan literasi. Literasi yang rendah mengakibatkan rendahnya indeks pembangunan manusia, income per kapita juga ikut rendah, dan tidak mempunyai daya saing. Dalam tatanan masyarakat juga berdampak pada meningkatnya angka kriminalitas, kualitas kesehatan yang menurun hingga angka kemiskinan bertambah. Rendahnya literasi memberikan multiplier efek persoalan bagi pembangunan," tambah Syarif Bando.
Iya melanjutkan, kehadiran perpustakaan bukan mengatur tugas dari pertanian, ekonomi kreatif, mau pun peran koperasi dan UMKM. Tapi perpustakan menghadirkan buku-buku untuk mencerdaskan orang-orang dengan pengetahuan karena banyak sekali lapangan kerja yang terbuang dan diambil oleh negara lain karena mereka lebih berani melihat peluang dan pintar.
"Harus ada kesadaran. Maka dari itu, keberadaan perpustakaan mesti dimanfaatkan seluas-luasnya oleh masyarakat. Selama berabad-abad perpustakaan telah menjadi landasan pendidikan, pengetahuan, serta menyediakan akses informasi dan pengetahuan yang dibutuhkan sesuai perkembangan jaman," tuturnya.
Syarif Bando membeberkan, salah satu sumbangan signifikan yang diberikan adalah penekanan pada inklusi sosial. Di mana perpustakaan berperan sebagai episentrum interaksi sosial, tempat banyak orang belajar dan tumbuh sukses.
Sementara itu, Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas Adin Bondar membeberkan, peran aktif pemerintah daerah dan semua lembaga yang terkait diperlukan. Mereka harus punya metode baru, konsep dan teori baru agar UMKM terbantu dalam penyebarluasan produk atau pun kreatifitasnya.
"Dan itu tidak bisa di dapat kecuali dengan membaca. Perpustakaan berandil besar membantu UMKM, mendorong pertumbuhan ekonomi di desa-desa sehingga mampu berkompetisi dalam bisnis global," bebernya. (Rizki Mauludi)
Editor : Ahmad Sayuti

