Ini Dia Tiga Fakta Menarik Taylor Fritz Semifinalis Wimbledon, Nomor Satu Mendebarkan
Perjuangan Taylor Fritz melaju ke semifinal Wimbledon penuh liku. Dia bahkan menorehkan fakta menarik yang baru.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, London – Perjuangan Taylor Fritz melaju ke semifinal Wimbledon penuh liku. Dia bahkan menorehkan fakta menarik yang baru.
Taylor Fritz memenangkan laga perempat final itu dengan 6-3, 6-4, 1-6, 7-6 (7/4) setelah berjuang selama 2 jam 35 menit di Center Court All England Club di London, Selasa 8 Juli 2025.
Taylor Fritz mengawali pertandingan dengan sempurna. Dia langsung mematahkan servis Karten Khachanov di game kedua dan kemudian unggul 3-0.
Taylor Fritz terus mempertahankan keunggulan itu. Dia menjaga selisih tiga angka itu hingga akhirnya memenangkan set pertama itu 6-3.
Memasuki set kedua, Taylor Fritz dan Karen Khachanov sama-sama terus mempertahankan servinya. Dalam posisi itu, Taylor Fritz selalu tertinggal.
Tapi, setelah menyamakan kedudukan 4-4 dengan love game di game kedelapan, dia pun mematahkan servis Karen Khachanov di game kesembilan. Tak satu pun angka dia beri untuk Karen Khachanov.
Petenis Amerika Serikat unggulan kelima itu pun kemudian menutup set kedua itu dengan 6-4. Di game terakhir, dia juga tak memberi kesempatan Khachanov meraih poin.
Karen Kachanov, tak ada angin tak ada hujan, tampil beringas di set ketiga. Dua kali dia mematahkan servis Taylor Fritz sehingga unggul 5-0.
Sempat memberi satu poin untuk petenis AS tersebut, Karen Khacahnov menyelesaikan set ketiga itu dengan 6-1.
Memasuki set keempat, Karen Kachanov mengawalinya dengan mematahkan servis Taylor Fritz. Dia sempat unggul 2-0 sebelum Taylor Fritz menyamakannya 2-2 setelah berbalik mematahkan servis lawan di game keempat.
Setelah itu, kedua petenis sama-sama menjaga ritme masing-masing. Keduanya sama-sama mampu mempertahankan servisnya hingga kedudukan 5-5.
Taylor Fritz sempat membuka peluang untuk menyudahi perlawanan Karen Khachanov dengan memenangkan game ke-11 tanpa memberi angka buat lawan.
Tapi, Karen Khachanov masih bisa memanfaatkan kesempatan untuk menyelamatkan dirinya. Dia menyamakan kedudukan 6-6 dan memaksakan tie break.
Saat tie-break itulah, Taylor Fritz menyudahi perlawanan Karen Khachanov dengan unggul 7-4.
Lalu, apa tiga fakta menarik itu?
1.Kecolongan terbanyak
Di antara lima petenis unggulan di Wimbledon, Taylor Fritz merupakan petenis yang kecolongan banyak game dalam perjalanannya menuju semifinal tunggal putra Wimbledon.
Sejak babak pertama, dia kehilangan 87 game. Angka itu melampaui empat petenis lain yang masuk dalam kelompok lima unggulan tertinggi.
Tampil perdana melawan Giovanni Mpetshi-Perricard, Taylor Fritz kehilangan 26 game. Dia akhirnya menang 6-7, 6-7, 6-4, 7-6, 6-4.
Di babak kedua, dia juga kehilangan 26 game. Taylor Fritz mengalahkan Gabriel Diallo dengan 3-6, 6-3, 7-6, 4-6, 6-3.
Masuk ke babak ketiga, Taylor Fritz berhadapan dengan Alejandro Davidovich Fokina dan menang 6-4, 6-3, 6-7, 6-1. Artinya dia kehilangan 14 game.
Paling sedikit dia kehilangan game adalah di perdelapan final. Hanya satu game dia kecolongan dari Jordan Thompson. Tapi, itu juga karena lawannya menyerah setelah cedera dalam posisi tertinggal 1-6, 0-3.
Terakhir lawan Karen Khachinov, Taylor Fritz kehilangan 19 game. Dia menang dengan 6-3, 6-4, 1-6, dan 7-6.
Di antara petenis lain dalam perjalanannya ke semifinal Wimbledon, petenis yang kehilangan game paling banyak adalah Novak Djokovic. Tahun 2007 lalu, dia kehilangan 100 game.
2.Pertama di lapangan rumput
Sejak ATP Tour diperkenalkan, banyak petenis Amerika Serikat yang berjaya di lapangan rumput. Pete Sampras, Jim Courier, John McEnroe, hingga Jimmy Connors, adalah sebagian di antaranya.
Tapi, tak ada yang bisa mencapai apa yang dilakukan Taylor Fritz. Dia menjadi petenis yang maling sering maju ke semifinal turnamen lapangan rumput dalam satu musim.
Sebelum melaju ke semifinal Wimbledon, Taylor Fritz juga melangkah ke empat besar turnamen lapangan rumput di Stuttgart dan Eastbourne.
3.Spesialis lima set
Taylor Fritz menjadi semifinalis grand slam pertama yang maju ke semifinal setelah mengawali dua babak pertamanya dengan kemenangan lima set dalam sembilan tahun terakhir.
Dia bertarung lima set di babak pertama menghadapi Giovanni Mpetshi-Perricard dan menang 6-7, 6-7, 6-4, 7-6, 6-4.
Di babak kedua, dia berhadapan dengan Gabriel Diallo. Taylor Fritz juga menang lima set 3-6, 6-3, 7-6, 4-6, 6-3.
Petenis terakhir yang bernasib seperti itu adalah Andy Murray. Saat maju ke semifinal Prancis Terbuka 2016 di Roland Garros, Andy Murray juga harus bertarung lima set di dua laga pertamanya. (*)
Editor : Zulfirman

