INILAH - Ada yang berpesta, ada juga yang merana dalam gelaran kompetisi Liga 1 2018. Persija Jakarta melepaskan kebahagiaanya setelah menaklukkan Mitra Kukar 2-1 pada laga terakhirnya.
Kemenangan itu langsung disambut euforia seluruh tim dan suporter di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (9/12/2018).
Berbeda dengan tiga tim lainnya, Mitra Kukar, Sriwijaya FC, dan PSMS Medan. Mereka sedih karena harus turun kasta ke Liga 2 musim depan.
Selain itu, ada tujuh fakta menarik dari gelaran Liga 1 2018
1. Striker PS Tira, Aleksandar Rakic menjadi top scorer Liga 1 2018. Pemain asal Serbia itu berhasil mencetak 21 gol dari 34 penampilan. Ini musim pertama baginya bermain di Liga Indonesia, naun dia langsung tampil luar biasa.
2. Meski sebagai klub promosi, Persebaya menjadi tim tersubur di Liga 1 2018. Tim asuhan Djadjang Nurdjaman itu mampu mencetak 60 gol di Liga 1 musim ini. Klub berjulukan Bajul Ijo itu bahkan mengungguli klub juara Persija yang hanya mampu mencetak 53 gol.
3. Wawan Hendrawan menjadi kiper tersibuk di Liga 1 2018. Kiper Bali United itu mampu melakukan 79 penyelamatan sepanjang musim ini. Jumlah penyelamatannya lebih banyak dari Teja Paku Alam. Kiper Sriwijaya FC tersebut mencatatkan 77 penyelamatan di bawah mistar.
4. Gelandang Persija Jakarta, Rohit Chand terpilih sebagai pemain terbaik di Liga 1 2018. Pemain asal Nepal itu terpilih karena kreatifitasnya di lini tengah. Dari 31 penampilan, Rohit mencatatkan tiga gol dan menyumbang dua assist. Dia juga melepaskan umpan sukses sebanyak 699 kali dengan tingkat keberhasilan sebesar 79 persen.
5. Matias Jesus Cordoba, gelandang Barito Putera, menjadi pemain yang paling banyak melepaskan umpan. Pemain asal Argentina itu tercatat melepaskan 1.368 umpan dengan tingkat keberhasilan sebesar 81 persen. Dia juga mampu mencetak lima gol dan menyumbang empat assist dan melakukan 70 tekel untuk menghentikan serangan lawan.
6. Nazar Nurzaidin menjadi pemain yang paling sering melakukan tekel. Bek Barito Putera itu mencatatkan 67 tekel untuk menghentikan serangan lawan. Karena permainannya yang agresif, pemain kelahiran 24 Mei 1995 itu melakukan 38 pelanggaran. Namun, dia hanya mengantongi tiga kartu kuning.