Inilah Harapan FL2MI Jabar Terkait Covid-19 bagi Mahasiswa Kurang Mampu
Mantan Ketua Komisi III Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI) Jawa Barat Farhan Aqil Syauqi mengatakan terkait Covid-19 pada perkuliahan saat ini, jelas terganggu. Bahkan beberapa kampus di Jawa Barat meniadakan program kuliah tatap muka dan menggantinya dengan perkuliahan jarak jauh.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Mantan Ketua Komisi III Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI) Jawa Barat Farhan Aqil Syauqi mengatakan terkait Covid-19 pada perkuliahan saat ini, jelas terganggu. Bahkan beberapa kampus di Jawa Barat meniadakan program kuliah tatap muka dan menggantinya dengan perkuliahan jarak jauh.
Hal ini berdampak pada mahasiswa yang ekonominya rendah karena mereka harus memiliki jaringan internet untuk melakukan video conference pada program perkuliahan jarak jauh. Namun ada beberapa dosen juga yang kurang mengerti terkait perkuliahan jarak jauh.
"Seharusnya kampus juga memiliki kebijakan untuk bekerjasama dengan provider tertentu untuk membagikan kouta internet gratis. Ini dilakukan oleh beberapa kampus di beberapa wilayah di Indonesia," kata Farhan, Senin (30/3/2020).
Dia menambahkan, Covid-19 ini juga selalu berkaitan dengan Peraturan Pemerintah Daerah. Seperti Jawa Barat yang memberikan maklumat kepada masyarakat Jawa Barat untuk tidak mudik karena wabah pandemik Corona ini. Seharusnya, Pemerintah Jawa Barat memberikan instruksi khusus kepada kampus yang berada di Jawa Barat untuk memberikan dana maupun barang bagi mahasiswa rantau yang ada di Jawa Barat.
"Mahasiswa berharap kepada Pemerintah Jawa Barat melalui instansi pemerintah daerah lainnya untuk memperhatikan masyarakat rantau yang berada di Jawa Barat. Inisiatif bantuan logistik ini sudah dilakukan oleh Univeristas Veteran Jakarta," imbuh Farhan.
Selain itu, FL2MI juga mengalami ketersedatan dimana seharusnya bulan ini harus mengadakan agenda Musyawarah Wilayah yang diselenggarakan di Jawa Barat. Farhan meyakini virus Corona mengganggu stabilitas organisasi kampus. Dia juga harus atur waktu lagi untuk program kerja dan aktivitas yang belum terlaksana.
"Hitungan kami dalam satu kampus, jika virus Corona ini mereda sampai tanggal 29 Mei dalam satu kampus bisa merugi hampir 200 juta rupiah hanya untuk program kerja dan aktivitas yang belum terlaksana. Kami juga mengharapkan rektorat kampus yang ada di Jawa Barat untuk membicarakan hal ini kepada organisasi mahasiswa agar kerugian ini dapat diminimalisir," paparnya.
Dia berharap, semoga virus Corona ini hilang dari tanah air agar mahasiswa juga dapat beraktivitas kembali di kampus. FL2MI juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kesehatan dan keselamatan dengan cara cuci tangan menggunakan sabun, melakukan physical distancing, dan menggunakan masker pada saat berpergian.
"Kami juga mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan tindakan kongkret yakni karantina wilayah untuk mengurangi mobilitas massa demi memutus rantai penyebaran covid-19," tambah Farhan. (okky adiana).
Editor : Ghiok Riswoto


