Inklusi Jadi Kepentingan Seluruh Masyarakat, Bukan Hanya Disabilitas dan Lansia
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, upaya mewujudkan kota yang inklusif bukan hanya menjadi kebutuhan penyandang disabilitas dan lansia. Tetapi kepentingan seluruh masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, upaya mewujudkan kota yang inklusif bukan hanya menjadi kebutuhan penyandang disabilitas dan lansia. Tetapi kepentingan seluruh masyarakat.
Ia menekankan, setiap orang pada dasarnya memiliki batas kendali atas lingkungan sekitarnya dan batas itu akan semakin menyempit seiring usia maupun kondisi fisik.
“Saya menyadari betul, menjadi disabilitas dan menjadi lansia membuat kemampuan kita untuk mengendalikan hal-hal di luar diri kita menjadi sangat terbatas. Ini harus dipahami secara komprehensif oleh seluruh masyarakat,” kata Farhan pada Sabtu 6 Desember 2025.
Menurutnya, kesadaran tersebut harus mendorong masyarakat untuk membangun lingkungan yang memungkinkan semua orang dapat beraktivitas secara aman dan nyaman. Termasuk mereka yang memiliki keterbatasan.
Farhan menilai, inklusi adalah investasi sosial yang akan kembali manfaatnya pada seluruh warga. Karena pada titik tertentu, setiap orang akan mengalami kondisi rentan. “Bayangkan jika batas pengendalian kita semakin sempit. Di situlah pentingnya memberikan kesempatan yang sama,” ucapnya.
Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada kelompok pergerakan disabilitas dan lansia berdaya (Dilans) yang selama empat tahun terakhir konsisten mendorong isu inklusi agar semakin mendapat perhatian publik.
Ia menambahkan, pergerakan tersebut memiliki pengaruh besar dalam membuka mata masyarakat mengenai pentingnya ruang yang ramah bagi semua.
“Kelompok Dilans punya daya gedor luar biasa. Mereka membuat semua orang mau tidak mau mengalihkan perhatian kepada isu disabilitas dan lansia. Manfaat perjuangan mereka bukan hanya untuk kelompok disabilitas dan lansia, tapi untuk seluruh masyarakat,” ujar dia.
Editor : Ahmad Sayuti
