Investor Sambut Positif Saham Dua Emiten Baru
PT Indonesian Tobacco Tbk secara resmi menjadi perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan Initial Public Offering (IPO) Kamis (4/7/2019) dengan kode saham ITIC dan menjadi emiten ke-19 di tahun 2019.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta- PT Indonesian Tobacco Tbk secara resmi menjadi perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan Initial Public Offering (IPO) Kamis (4/7/2019) dengan kode saham ITIC dan menjadi emiten ke-19 di tahun 2019.
Saat pencatatan awal, saham ITIC langsung meroket 50% atau 110 poin ke level Rp330 dari harga penawaran awal sebesar Rp220 per lembar saham.
Pada level tersebut saham ITIC ditransaksikan sebanyak 1 kali frekuensi dengan 6 lot saham sebesar Rp198 ribu.
Emiten tembakau ranjangan ini menetapkan harga pelaksanaan Rp220 per lembar dan melepas 274.060.000 lembar saham baru. Sehingga Indonesian Tabacco akan meraup dana Rp60,019 miliar. Adapun penjamin pelaksana efek dalam aksi korporasi ini adalah PT Philip Sekuritas Indonesia.
Perseroan pun berencana selepas mendapatkan dana segar dari aksi korporasi ini dapat melebarkan sayap ekspornya ke luar negeri. Perusahaan yang bergerak dalam bidang industri tembakau ini, berharap kontribusi ekspor perseroan akan meningkat hingga ke angka 30%, yang saat ini baru sekitar 2-3%.
Direktur Utama PT Indonesian Tobacco Tbk, Djonny Saksono menuturkan bahwa perseroan berencana ekspansi ke India dan China dengan menggandeng perusahaan lokal untuk memasarkan produk-produknya.
Saat ini, perusahaan dengan merek tembakau Butterfly ini telah melakukan ekspor tambakau ke beberapa negara seperti Singapura, Malaysia dan Jepang.
Namun begitu, perseroan juga tetap akan memperlebar pasar di domestik dengan masuk ke Sumatera, dan Jawa. Ia menyebutkan pasar perseroan di domestik paling besar di Papua, kemudian di Nusa Tenggara dan Sulawesi Utara.
Tak hanya Indonesian Tobacco saja yang melantai bursa pada hari ini, BEI juga kedatangan emiten lain yakni PT Darmi Barsaudara Tbk yang resmi menjadi emiten ke-20 dengan kode saham KAYU.
Saat pencatatan awal juga, saham KAYU juga meroket tajam 69,33% ke level atau naik 104 poin ke level Rp254 dari harga penawaran awal Rp150 per lembar saham.
Pada level tersebut saham KAYU ditransaksikan sebanyak 3 kali frekuensi dengan 3 lot saham sebesar Rp76.200 ribu. (Inilah.com)
Editor : Bsafaat

