Jadi Ikon Sejarah Militer dan Solusi Kemacetan, Bundaran Jati Cimahi Hadir dengan Rudal Rapier Tahun 1984

Bundaran Jati resmi rampung pada akhir 2025, menghadirkan kombinasi unik antara peningkatan infrastruktur lalu lintas dan penegasan identitas militer kota melalui pemasangan Rudal Rapier

Jadi Ikon Sejarah Militer dan Solusi Kemacetan, Bundaran Jati Cimahi Hadir dengan Rudal Rapier Tahun 1984
Rudal Rapier buatan Inggris pada tahun 1984 menghiasi Bundaran Jati Cimahi. Ini jadi kombinasi ikon militer dan solusi kemacetan di kawasan Cihanjuang. (Agus Satia Negara)

INILAHKORAN.ID – Bundaran Cihanjuang atau yang lebih dikenal sebagai Bundaran Jati resmi rampung pada akhir 2025, menghadirkan kombinasi unik antara peningkatan infrastruktur lalu lintas dan penegasan identitas militer kota melalui pemasangan Rudal Rapier buatan Inggris tahun 1984.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi, Amy Pringgo Mardani, menjelaskan bahwa rudal yang dihibahkan oleh Pusat Persenjataan Artileri Pertahanan Udara (Pussenarhanud) merupakan bagian dari konsep tematik pembangunan bundaran.

"Itu aksesoris dari pembangunan Bundaran Cihanjuang, jadi salah satunya pemasangan alutsista Rudal Rapier," kata Amy.

Dibangun dengan anggaran Rp2.243.187.675 dari APBD Kota Cimahi, bundaran ini tak hanya mempercantik wajah kota tetapi juga mempertegas Cimahi sebagai kota dengan sejarah militer yang mendalam.

Menurutnya, sejak era kolonial Belanda hingga masa perang kemerdekaan, wilayah ini berperan strategis sebagai kawasan tangsi dan pusat pendidikan militer, di mana sekitar 30 persen daerahnya merupakan kawasan bersejarah.

"Bukan berarti ini kawasan militer, di titik lain ada (alutsista) dengan tema berbeda," tuturnya.

Selain aspek sejarah, lanjut Amy, pembangunan juga menjadi solusi bagi kemacetan yang kerap terjadi di titik temu tiga ruas jalan dengan mobilitas tinggi.

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, proyek mencakup jalan baru sepanjang 45 meter (lebar 7 meter), pelebaran Jalan Daeng Ardiwinata hingga 8,5 meter, dan pelebaran Jalan Raden Demang Hardjakusumah 1,5 meter.

"Tak hanya itu, dibangun juga drainase sepanjang 164 meter, trotoar seluas 258 meter persegi, serta desain pulau jalan berbentuk bundaran," sebutnya.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Cimahi, M Nur Effendi, mengungkapkan dampak positifnya terhadap kelancaran lalu lintas.

"Dengan adanya bundaran yang baru selesai dibangun, tentu saja berdampak signifikan, lalu lintas jadi lebih lancar, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari," kata Nur.***


Editor : Ahmad Sayuti