Ditargetkan Rampung 1 September 2025, Desain Proyek Pembangunan Bundaran Jati Alami Perubahan
Pemkot Cimahi menargetkan proyek pembangunan bundaran Jati yang berada di Jalan Raden Demang Hardjakusumah dan Jalan Daeng Moh Ardiwinata rampung pada 1 September 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Pemkot Cimahi menargetkan proyek pembangunan bundaran Jati yang berada di Jalan Raden Demang Hardjakusumah dan Jalan Daeng Moh Ardiwinata rampung pada 1 September 2025.
Menghabiskan anggaran Rp2,2 miliar, pembangunan yang dikerjakan CV Satia Anugerah itu mencakup pengembangan saluran drainase, trotoar dan pembentukan bundaran Jati dengan skema baru atau perubahan desain.
"Proyek pelebaran jalan di kawasan Pemkot Cimahi itu bagian dari optimalisasi infrastruktur," kata Jabatan Fungsional Teknik Jalan dan Jembatan Ahli Muda dari Dinas Bina Marga, Made Wardana, Jumat 8 Agustus 2025.
"Awalnya, bentuknya bukan bundaran simetris. Namun, atas arahan pimpinan bentuknya disempurnakan lebih bundar dan simetris," jelasnya.
Sementara untuk material yang digunakan dalam proyek ini, terang Made, mencerminkan pendekatan kualitas dan ketahanan. Bahkan, untuk trotoar jalan pihaknya menggunakan sandstein, material pabrikan yang diklaim lebih kuat daripada batu andesit.
"Sandstein ini seperti tegel lantai, warnanya menyerupai andesit namun buatan pabrik, kualitasnya lebih baik karena kekuatannya telah teruji. Produk ini berasal dari PT Cisangkan, Cijerah, Bandung," kata Made.
Kemudian untuk saluran, lanjut Made, pihaknya menggunakan lilit box dan saluran prefab dari Beton Elemindo Perkasa yang berlokasi di Jalan Batujajar, Bandung Barat.
"Salurannya ada dua jenis, yakni U-ditch dan box culvert. Untuk duckting kita ambil diameter 80x80 cm," ujarnya.
Secara teori, papar Made, saluran tersebut bisa menampung debit air meski pada kondisi hujan ekstrem tetap berpotensi menimbulkan genangan.
"Tapi dengan dimensi itu, air bisa lebih cepat surut," ucapnya.
Made menyebut, proyek pelebaran jalan tersebut memanfaatkan sistem perkerasan lentur yang berbasis aspal dan bukan jalan beton (rigid pavement) mempunyai struktur yang berbeda dengan perkerasan jalan aspal.
"Kita pakai LPB setebal 30 cm, LPA 15 cm dan ditutup AC-BC setebal 7,5 cm. Itu model hotmix yang menjadi penahan kekuatan. Karena jalan baru, wajib ada AC-BC-nya," sebutnya.
Made memastikan, seluruh konstruksi telah memenuhi standar teknis dan spesifikasi yang berlaku untuk perkerasan lentur, termasuk pada tahap akhir yang akan dilakukan hotmix.
Made merinci, dimensi jalan baru mencapai 45 meter x 7,5 meter, dengan tambahan pelebaran jalan 6 meter yang terbagi ke dalam dua lajur. Trotoar yang mengapitnya memiliki lebar 2 meter.
"Untuk jalan baru itu panjangnya 45 meter, lebarnya 7,5 meter. Sementara yang pelebaran dua lajur ini totalnya sekitar 70 meter, dengan masing-masing lajur selebar 3 meter," ungkapnya.
Tak cuma itu, arah drainase difokuskan menuju bundaran yang berfungsi sebagai simpul pengumpul sebelum dilanjutkan ke saluran eksisting di bagian bawah.
"Semua saluran dari jalan baru diarahkan dulu ke bundaran, lalu diteruskan ke sistem drainase lama. Di bundaran juga sudah disiapkan saluran crossing," ujarnya.
Secara administratif, proyek dimulai pada 4 Juni 2025 dan akan berakhir pada 1 September 2025. Menurut Made, secara fungsional proyek sudah bisa dinyatakan laik fungsi, namun penyesuaian pada bentuk bundaran masih bakal dilakukan.
"Secara kontrak memang tinggal tiga minggu lagi. Tapi karena adanya keinginan dari pimpinan untuk menjadikan bentuk bundar yang simetris, kami sedang lakukan penyesuaian sikansi-nya," bebernya.
Keseluruhan anggaran pembangunan, sambung Made, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi yang mencakup pekerjaan saluran, trotoar, pelebaran jalan, serta penataan lanskap.
"Proyek ini merupakan bagian dari revitalisasi infrastruktur perkotaan untuk menunjang mobilitas masyarakat sekaligus mengantisipasi permasalahan genangan air yang kerap melanda kawasan tersebut," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani


