144 Kecamatan Belum Miliki SMA/SMK Negeri, DPRD Jabar Desak Akselerasi Pembangunan

Dari 627 kecamatan yang ada di Provinsi Jawa Barat, sebanyak 144 kecamatan masih belum memiliki SMA maupun SMK negeri.

144 Kecamatan Belum Miliki SMA/SMK Negeri, DPRD Jabar Desak Akselerasi Pembangunan
, Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Daddy Rohanady

INILAHKORAN.ID - Dari 627 kecamatan yang ada di Provinsi Jawa Barat, sebanyak 144 kecamatan masih belum memiliki SMA maupun SMK negeri.

Menyoroti dinamika tersebut, DPRD Jabar mendesak pemerintah provinsi, agar segera mengakselerasi pembangunan sekolah di 144 kecamatan tersebut.

Mengingat, dari jumlah tersebut bahkan ada 16 kecamatan yang bukan hanya belum memiliki sekolah negeri, tetapi juga swasta.

Maka dari itu, Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Daddy Rohanady meminta Pemprov Jabar untuk segera mengatasi persoalan blankspot sekolah tersebut.

"Kondisi tersebut membuat sebagian pelajar harus menempuh perjalanan jauh, bahkan melanjutkan pendidikan ke kabupaten lain untuk memperoleh akses pendidikan menengah," ujar Daddy dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).

Ia melanjutkan, pembangunan unit sekolah baru (USB) ini akan didorong legislatif masuk dalam perencanaan pembangunan daerah secara bertahap dan berkelanjutan.

"Pendidikan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia," imbuhnya.

Daddy menegaskan, DPRD Jabar akan mengawal alokasi anggaran pembangunan USB. Supaya akses pendidikan dapat merata, serta mengurangi kesenjangan antarwilayah di Jabar. 

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Purwanto menjelaskan, di 2026 pihaknya berencana membangun 24 USB di kabupaten/kota.

“Tahun ini, Pemprov Jabar kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp112,5 miliar untuk pembangunan 24 unit sekolah baru," ucapnya.

Ia berharap, dari 24 USB yang dibangun tahun ini, dapat menampung ribuan siswa. Sehingga bisa menekan angka anak putus sekolah di Jabar.

"pembangunan ini diproyeksikan menambah daya tampung sekitar 5 ribu peserta didik, dengan pemanfaatan fasilitas yang direncanakan mulai tahun 2027,” katanya.

Rinciannya, dari 24 USB tersebut antaranya 17 SMA, 4 SMK dan 3 SLB yang tersebar di daerah, sesuai kebutuhan terkini. ***


Editor : JakaPermana