Igor Tolic Sayangkan Semifinal dan Final Piala Presiden 2026 Tanpa Penonton

Pelatih Persib Igor Tolic menyayangkan gelaran di babak semifinal dan final Piala Presiden 2026. Pasalnya, pertandingan penting itu berlangsung tanpa penonton.

Igor Tolic Sayangkan Semifinal dan Final Piala Presiden 2026 Tanpa Penonton
Igor Tolic menuturkan, sepak bola seharusnya menjadi sebuah festival. Apalagi para tim yang bertanding di babak semifinal Piala Presiden 2026 itu merupakan tim-tim besar. (adam husein)

INILAHKORAN.ID - Pelatih Persib Igor Tolic menyayangkan gelaran di babak semifinal dan final Piala Presiden 2026. Pasalnya, pertandingan tidak boleh dihadiri penonton alias tanpa penonton.

Menurutnya, sepak bola seharusnya menjadi sebuah festival. Apalagi para tim yang bertanding di babak semifinal ini merupakan tim-tim besar.

“Persib, Persija, Persebaya, dan Arema adalah tim-tim besar sepak bola Indonesia. Jika ingin menjadikannya festival sepak bola, tentu harus ada penonton,” ujar Igor, Rabu (5/8/2026).

Pelatih asal Kroasia ini dengan jujur mengatakan bermain di Stadion yang kosong terasa sangat berbeda. Dia pun membuktikan saat Persib berhadapan dengan Persija di babak semifinal, begitu juga dengan pertandingan Persebaya melawan Arema FC.

“Bagi pelatih mungkin tidak terlalu masalah, tetapi bagi pemain, kehadiran suporter memberikan semangat ekstra,” katanya. 

Igor lantas mengingatkan saat Persib berhadapan dengan Arema FC di laga pembuka fase grup Piala Presiden 2026. Saat itu pertandingan dihadiri kedua suporter. 

“Kami pernah memiliki suporter kedua tim dan semuanya berjalan baik. Mungkin ini soal bagaimana kelompok suporter membangun rasa saling percaya sehingga bisa kembali saling mengunjungi,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Igor juga teringat saat Persib bermain di AFC Champions League (ACL) Two. Saat itu, ribuan Bobotoh hadir meski timnya menjalani laga away.

“Di Cina ada sekitar 3.000 Bobotoh yang datang. Di Singapura, hampir seluruh tribun timur dipenuhi pendukung Persib,” katanya.

Untuk itu, Igor sangat menyayangkan tidak ada kehadiran penonton termasuk di babak final yang akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026).

“Seharusnya ini menjadi pertandingan besar dengan pemain-pemain berkualitas. Karena itu, kami perlu menciptakan kondisi yang mendukung lahirnya sepak bola yang bagus,” pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani