Alokasikan Anggaran Rp500 Juta, Pemasangan Ornamen di Bundaran Jati Rampung 2026

Progres pembangunan bundaran Jati yang berada di Jalan Raden Demang Hardjakusumah dan Jalan Daeng Moh Ardiwinata, tepat berada di kawasan Pemkot Cimahi sudah mencapai 60 persen.

Alokasikan Anggaran Rp500 Juta, Pemasangan Ornamen di Bundaran Jati Rampung 2026
Foto Agus Satianegara

INILAHKORAN, Cimahi - Progres pembangunan bundaran jati yang berada di Jalan Raden Demang Hardjakusumah dan Jalan Daeng Moh Ardiwinata, tepat berada di kawasan Pemkot Cimahi sudah mencapai 60 persen.

Proyek pembangunan bundaran jati yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 2.243.187.675 ditargetkan rampung sepenuhnya pada Oktober 2025 mendatang.

Meski begitu, Pemkot Cimahi berencana melakukan grand launching bundaran jati pada tahun 2026 mengingat rencana penyempurnaan atau pemasangan ornamen diprediksi rampung pada 2026.

"Kalau untuk ornamen mungkin akan selesai di 2026, tapi untuk pembangunan bundaran jati ini bisa tuntas Oktober 2025," kata Wakil Wali kota cimahi, Adhitia Yudhistira, Rabu 6 Agustus 2025.

"Selain itu kami berencana akan melakukan grand launching di tahun 2026 setelah semuanya sempurna atau rampung," ucapnya.

Kendati demikian, Adhitia mengaku untuk rencana grand launching bundaran jati ini belum sempat dianggarkan di tahun 2025. Sementara untuk ornamen sudah masuk prioritas anggaran tahun 2026 dengan alokasi anggaran sekitar Rp500 juta.

Selain bundaran jati, terang Adhitia, Pemkot Cimahi berencana membangun bundaran di Jalan Cipageran yang menuju arah Puri Cipageran.

"Kita juga berencana melakukan pelebaran radius tikung dan masih banyak titik-titik jalan yang perlu diintervensi agar bisa sedikit mengurangi kemacetan," terangnya.

Bahkan, sambung Adhitia, ke depan pihaknya juga perlu melakukan terobosan transportasi publik guna mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Namun, hal tersebut tak bisa dilakukan pihaknya sendiri lantaran Cimahi merupakan kota perlintasan aglomerasi.

"Jadi banyak orang dari luar kota/kabupaten yang menuju ke pusat kota sehingga perlu dilakukan kajian bersama," tandasnya. *** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti