Warga Rasakan Dampak Positif Kehadiran Bundaran Jati Kota Cimahi, Tapi Sarankan Hal ini

Kehadiran Bundaran Jati yang baru rampung dibangun telah memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran arus lalu lintas di kawasan Jalan Rd Demang Hardjakusumah, Jalan Daeng Ardiwinata, dan Jalan Jati, Kota Cimahi.

Warga Rasakan Dampak Positif Kehadiran Bundaran Jati Kota Cimahi, Tapi Sarankan Hal ini
Pasalnya, Bundaran Jati itu berada di titik yang sebelumnya dikenal sebagai simpul kemacetan, kini mulai terurai, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Cimahi - Kehadiran Bundaran Jati yang baru rampung dibangun telah memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran arus lalu lintas di kawasan Jalan Rd Demang Hardjakusumah, Jalan Daeng Ardiwinata, dan Jalan Jati, Kota Cimahi.

Pasalnya, Bundaran Jati itu berada di titik yang sebelumnya dikenal sebagai simpul kemacetan, kini mulai terurai, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Diketahui, proyek Bundaran Jati dikerjakan CV Satya Anugrah Mandiri dengan nilai kontrak Rp2,24 miliar yang bersumber dari APBD Kota Cimahi Tahun 2025. 
 
Djunaedi (42), seorang pengemudi ojek online warga Kelurahan Utama, mengungkapkan perubahan positif yang dirasakannya setelah Bundaran Jati tersebut difungsikan. 

Menurutnya, keberadaan bundaran membuat waktu tempuh lebih efektif, terutama ketika mengantarkan penumpang maupun pesanan makanan.

“Setiap hari saya sering mangkal di dekat pemkot, jadi sering dapat order ke daerah sini. Setelah ada bundaran, waktu perjalanan jadi lebih hemat dan lebih efektif,” kata Djunaedi, Jumat 19 September 2025.

"Alhamdulillah, sekarang enggak terlalu macet banget. Biasanya di jam-jam sibuk seperti pagi hari itu sudah mulai macet, sekarang jauh lebih lancar," sambungnya.

Kendati demikian, Djunaedi menilai masih ada masalah yang perlu dibenahi. Menurutnya, sebagian pengendara masih kerap saling berebut jalan meskipun sudah ada pembatas di kawasan tersebut. 

"Kadang bingung kalau pengendara lain saling salip buat belok. Seharusnya dipasang lampu merah atau alat peraga lalu lintas biar lebih jelas, supaya pengendara enggak saling berebut," sebutnya.
 
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Cimahi, M. Nur Effendi menuturkan, kehadiran bundaran baru memang memberikan perubahan besar dalam kelancaran arus lalu lintas. 

"Kawasan pertigaan itu sebelumnya menjadi simpul kemacetan di Cimahi, khususnya saat jam sibuk. Namun dengan adanya bundaran, kemacetan bisa terurai," kata Nur Effendi.
 
Sementara terkait lampu lalu lintas, Nur Effendi mengatakan, pihaknya bakal melengkapi kawasan bundaran dengan rambu-rambu lalu lintas dan penunjuk arah sesuai kebutuhan. Namun, rencana pemasangan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) diputuskan tidak jadi dilaksanakan.

“Kita hanya akan pasang rambu dan penunjuk arah saja. Untuk APILL tidak jadi,” jelasnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi, Endang mengungkapkan, selain perbaikan lalu lintas, Bundaran Jati juga bakal ditata agar menjadi ikon baru Cimahi

Pihaknya menyiapkan sejumlah elemen penunjang termasuk tugu dan ornamen khas. 

"Rencananya akan dipasang alutsista sebagai tanda Cimahi Kota Militer. Itu akan masuk di anggaran perubahan," kata Endang.
 
Tak cuma itu, Pemkot Cimahi juga akan mempercantik kawasan dengan tanaman hias. Penataan detail akan dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya. 

"Penataan awal berupa pemasangan tugu di tengah bundaran dan penanaman tanaman hias di area kosong," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani