Jadikan Program 'Nyaah ka Indung' sebagai Gerakan Kemanusiaan, 1.348 Ibu Lansia di KBB Bakal dapat Perhatian Khusus dari Pemkab
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat turut meluncurkan program 'Nyaah ka Indung' yang sebelumnya digagas Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat turut meluncurkan program 'nyaah ka indung' yang sebelumnya digagas Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi.
Dicanangkan pada 11 April 2025 lalu, program 'Nyaah ka Indung' itu bertujuan agar pemerintah peduli terhadap kaum ibu yang sudah lanjut usia dan hidup dalam keterbatasan ekonomi.
"Program ini juga ditujukan untuk membantu ibu lansia yang belum mendapatkan bantuan sosial apapun dari pemerintah," kata Bupati Bandug Barat, Jeje Ritchie ISmail.
Oleh karena itu, jelas Jeje, sebagai bentuk dukungan penuh terhadap kebijakan orang nomor satu di Jawa Barat itu Pemkab Bandung Barat mencanangkan program serupa.
Lebih lanjut Jeje menuturkan, program 'Nyaah ka Indung' ini bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah gerakan kemanusiaan sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah kepada para kaum ibu lanjut usia.
“Seperti yang kita ketahui, kondisi ibu-ibu lansia di Bandung Barat sangat beragam. Ada yang masih mandiri, ada yang semi tergantung, dan ada yang sepenuhnya membutuhkan bantuan,” jelasnya.
Melalui program tersebut, sebut Jeje, sebanyak 1.348 ibu lanjut usia bakal mendapatkan perhatian sesuai kebutuhan mereka baik secara sosial, ekonomi, maupun spiritual.
“Kita ingin hadir bukan sekadar sebagai pemerintah. Kita ingin hadir sebagai anak-anak yang menyayangi ibunya. Kita rawat bukan hanya raganya, tetapi juga semangat hidup dan harapan mereka di usia senja,” sebutnya.
Dalam rangka menyukseskan program tersebut, sambung Jeje, pihaknya bakal melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bandung Barat, termasuk ASN di Kecamatan.
"Setiap ASN wajib mengikuti program ini dengan cara mendampingi atau membantu ibu-ibu lansia, baik dari sisi ekonomi maupun perhatian secara langsung," tegasnya.
Menurutnya, jika secara pribadi termasuk para ASN sebagai pelayan publik bisa menanamkan kepedulian dan kasih sayang terhadap masyarakat. Khususnya, para ibu lansia maka visi Bandung Barat Amanah ini bakal tercapai.
“Saya mengajak semua ASN di Bandung Barat untuk aktif ambil bagian. Bentuknya bisa macam-macam. Sesuaikan dengan kemampuan, tapi jangan sampai kita abai. Karena menyayangi ibu adalah pondasi akhlak dan kemanusiaan,” tandasnya. *** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti
