Jeje Ritchie Minta Maaf Usai Ekskavator Jadi "Ambulans" Abah Dalang karena Pembangunan Jalan, Bukan Jalan Rusak
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian yang menjadi perhatian publik dimana seorang lansia bernama Abah Dalang yang terpaksa dibawa ke fasilitas kesehatan menggunakan ekskavator.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian yang menjadi perhatian publik dimana seorang lansia bernama Abah Dalang yang terpaksa dibawa ke fasilitas kesehatan menggunakan ekskavator.
Menurutnya, penanganan awal dari tingkat desa dan kecamatan belum berjalan cepat, sehingga menimbulkan kekhawatiran.
Dalam keterangan resmi mengenai video viral yang terjadi di Kampung Curug Candung, Desa Jati, Kecamatan Saguling, Sabtu 13 Desember2025, Jeje mengungkap sejumlah fakta yang menyebutkan akses ke rumah Abah Dalang rusak.
"Abah Dalang (80) mengalami sakit lambung dan membutuhkan penanganan medis segera," kata Jeje dalam keterangan resminya, Selasa 16 Desember 2025.
Rumah Abah Dalang berada di pinggir Waduk Saguling, tepatnya di area yang sedang dilakukan pembukaan jalur untuk pembangunan jembatan apung.
"Jalan menuju rumah Abah tidak rusak, melainkan sedang dibuka sehingga kendaraan roda dua maupun empat tidak bisa lewat, padahal itu adalah satu-satunya akses ke tempat tinggalnya," ujarnya.
Jeje menjelaskan, ekskavator digunakan lantaran alat berat tersebut sedang berada di lokasi pekerjaan dan menjadi sarana satu-satunya yang memungkinkan saat itu.
Berdasarkan inisiatif pekerja proyek dan warga setempat, Abah Dalang dibawa menggunakan bucket ekskavator sejauh kurang lebih 350 meter menuju akses utama, guna mempermudah perjalanan ke fasilitas kesehatan.
"Peristiwa ini terjadi dalam situasi pembangunan akses jalan yang sedang berlangsung, sehingga ekskavator menjadi solusi sementara," jelas Jeje.
Lebih jauh, Jeje menekankan bahwa kejadian ini menjadi evaluasi penting bagi Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
"Kami berjanji agar ke depan, penanganan kondisi darurat di wilayah dengan akses terbatas dapat dilakukan lebih cepat, lebih sigap, dan lebih berorientasi pada keselamatan warga," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan video yang menunjukkan seorang kakek berusia 80 tahun dalam pelukan anaknya, dibawa ke klinik terdekat dengan duduk di atas bucket ekskavator.
Meskipun terlihat mendesak karena kakek itu meringis kesakitan, fakta di balik penggunaan alat berat itu bukan karena jalan rusak, melainkan karena akses baru sedang dibuka untuk proyek jembatan apung provinsi.
Peristiwa yang terjadi pada Sabtu 13 Desember 2025 di Kampung Curug Candung, Desa Jati, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), memperlihatkan seorang lansia bernama Abah Dalang yang menderita sakit lambung.
Dalam video yang beredar, ekskavator membawa Abah Dalang melewati jalan beralas tanah merah di pelosok yang berbatasan dengan Waduk Saguling.
"Betul, kejadiannya hari Sabtu kemarin. Abah Dalang sakit lambung karena belum makan tapi sudah minum kopi, jadi kita mau bawa ke bidan di kampung," kata Ketua RW 04 Bubun, Selasa 16 Desember 2025.
Bubun menjelaskan, rumah Abah Dalang berada di ujung kampung yang hanya bisa dijangkau dengan jalan setapak, karena aksesnya langsung ke sungai.
Saat itu, ekskavator sedang bekerja membuka jalan untuk pembuatan jembatan apung di atas Waduk Saguling yang dikoordinasikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Proses pengerjaan itu membuat kendaraan roda dua maupun empat tidak bisa lewat.
"Kebetulan ekskavatornya ada di dekat saung tempat warga berkumpul. Saya mau bawa ke rumah sakit, tapi Abah menolak," jelasnya.
"Akhirnya kita naikkan ke bucket ekskavator dan dibawa ke bidan. Jaraknya sekitar 350 meter, sesuai dengan proyek jalan yang sedang dibuka," ucapnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti

