Jelang Idul Fitri Harga Pangan di Kota Bogor Relatif Stabil, Cabai Rawit Merah dan Kelapa Perlu Perhatian Khusus
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan hasil pengecekan ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional serta pemantauan peningkatan permintaan konsumsi masyarakat tiga hari menjelang Idul Fitri 1446 Hijriah Tahun 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan hasil pengecekan ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional serta pemantauan peningkatan permintaan konsumsi masyarakat tiga hari menjelang Idul Fitri 1446 Hijriah Tahun 2025.
"Jadi, bahwa sejauh ini, secara umum harga komoditas relatif stabil, bahkan ada yang cenderung turun. Namun, berdasarkan keterangan para pedagang, kelapa dan cabai rawit merah perlu mendapat perhatian," ungkap Dedie dalam keterangannya kepada wartawan pada Jumat 28 Maret 2025.
Dedie memaparkan, terdapat sedikit gejolak harga pada komoditas cabai rawit merah dan kelapa. Harga cabai meningkat ke kisaran Rp 120 ribu per kilogram dari Rp 90 ribu.
"Peningkatan harga ini kemungkinan disebabkan oleh tersendatnya jalur pasokan dan peningkatan kebutuhan. Namun, bisa juga pasokannya tetap, tetapi kebutuhannya meningkat. Kemungkinan inilah, menyebabkan koreksi harga hingga naik ke Rp 120 ribu," paparnya.
Dedie menjelaskan, komoditas lain yang tidak kalah penting untuk dicek adalah minyak dan beras. Khusus minyak, ada keluhan warga karena dijual pada kisaran Rp18 ribu, padahal Harya Eceran Tertinggi (HET) adalah Rp 15.700.
"Saya menyoroti, bahwa sering kali antisipasi hanya dilakukan pada komoditas bawang merah dan cabai, padahal dalam pemantauan dan pengecekan ditemukan bahwa kelapa juga perlu diperhatikan," jelasnya.
"Hal ini, bisa saja berlaku di daerah lain. Untuk itu, pengecekan akan terus dilakukan guna memastikan apakah pasokannya yang berkurang atau permintaannya yang melonjak sangat tinggi," tambah Dedie.
Ia membeberkan, dalam memenuhi kebutuhan kelapa, pasar Kota Bogor mendapat pasokan dari Palembang, Lampung dan yang terdekat yaitu Tasikmalaya. Ini menjadi perhatian, khususnya minyak. Untuk beras relatif aman. Sementara, untuk menyiasati meningkatnya harga cabai merah menjelang Idul Fitri dan mengurangi ketergantungan kebutuhan kelapa pada daerah lain, kedepan DKPP Kota Bogor diharapkan membuat program seperti tabulampot atau hidroponik sehingga bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga.
"Khusus untuk kelapa, saya meminta DKPP Kota Bogor agar menanam bibit kelapa guna mengurangi ketergantungan pada daerah lain. Jadi, kami bisa mengambil langkah dengan cara menanam dalam pot. Ke depan, ini harus menjadi perhatian karena ternyata kita lupa untuk menanam pohon kelapa," pungkas Dedie.***
Editor : Bsafaat

