Idulfitri atau Idul Fitri? Mengapa Penulisan yang Benar Harus Disatukan?
Setiap tahunnya, umat Muslim di seluruh dunia merayakan Idulfitri dengan penuh kebahagiaan. Namun, di balik kemeriahan dan tradisi yang mengiringinya, masih banyak orang yang bingung tentang cara penulisan yang benar: Idulfitri atau Idul Fitri? Jika Anda sering melihat kedua bentuk ini digunakan secara bergantian, saatnya memahami kaidah baku yang benar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Setiap tahunnya, umat Muslim di seluruh dunia merayakan Idulfitri dengan penuh kebahagiaan.
Namun, di balik kemeriahan dan tradisi yang mengiringinya, masih banyak orang yang bingung tentang cara Penulisan yang benar: Idulfitri atau Idul Fitri? Jika Anda sering melihat kedua bentuk ini digunakan secara bergantian, saatnya memahami kaidah baku yang benar.
Asal-usul Kata Idulfitri
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bentuk yang benar adalah Idulfitri, bukan Idul Fitri. Mengutip akun Instagram resmi @badanbahasakemendikbud, kata Idulfitri berasal dari bahasa Arab "Eid Al-Fitr", yang berarti "hari raya berbuka" atau "kembali suci".
Momen ini menandai berakhirnya bulan Ramadan, di mana umat Muslim telah menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh. Dengan datangnya Idulfitri, mereka kembali kepada kesucian jiwa setelah menjalani bulan penuh pengendalian diri dan ibadah.
Mengapa Penulisannya Harus Serangkai?
Dalam kaidah bahasa Indonesia, Penulisan suatu kata disesuaikan dengan bentuk dan makna yang utuh. Para ahli bahasa menyatakan bahwa Idulfitri bukanlah kata majemuk karena kedua unsurnya, Idul dan Fitri, tidak memiliki makna khusus jika berdiri sendiri dalam bahasa Indonesia.
Oleh karena itu, keduanya ditulis serangkai untuk mencerminkan keutuhan makna sebagai satu kesatuan.
Sebagai contoh, jika dipisah menjadi Idul dan Fitri, kedua kata tersebut kehilangan makna aslinya. Penulisan yang benar, Idulfitri, menunjukkan bahwa ini adalah satu konsep yang tidak dapat dipecah.
Kesadaran Berbahasa yang Lebih Baik
Mengetahui cara Penulisan yang benar bukan hanya soal tata bahasa, tetapi juga bagian dari kesadaran berbahasa yang baik. Penulisan Idulfitri yang serangkai bukan hanya tepat secara kebahasaan, tetapi juga mencerminkan makna spiritual dan budaya yang lebih dalam.
Seperti halnya Idulfitri yang menjadi momentum kemenangan setelah Ramadan, memahami kaidah bahasa yang benar juga merupakan bagian dari kemenangan literasi kita.
Jadi, mulai sekarang, mari biasakan menulis Idulfitri dengan benar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Dengan begitu, kita tidak hanya menjaga ketepatan berbahasa, tetapi juga turut melestarikan makna dan nilai dari hari raya yang penuh berkah ini.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan

