Jelang Iduladha, Kebutuhan Hewan Kurban di Jabar Diprediksi Naik Hingga 21 Persen
Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar memprediksi kebutuhan hewan kurban pada Iduladha pada akhir Mei 2026 mendatang naik hingga 21 persen.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar memprediksi kebutuhan hewan kurban pada Iduladha pada akhir Mei 2026 mendatang naik hingga 21 persen.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) DKPP Jabar Suprijanto mengatakan, pengawasan distribusi telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu bersama pemerintahan kabupaten/kota.
"Pasar kita besar, kita usahain semaksimal mungkin untuk pengawasan. Terutama untuk wilayah yang memang punya potensi terjadinya kasus (hewan sakit). Kita mitigasi," ujar Suprijanto saat dihubungi INILAHKORAN.ID, Kamis (30/4/2026).
Pada tahun ini, diprediksi terjadi lonjakan kebutuhan hewan untuk kurban di Jabar. Dia mengakui, sejak 2017 selalu ada peningkatan permintaan.
"Proyeksi kita, ada kenaikan untuk sapi itu 21 persen. Tahun lalu sekitar 100 ribuan, proyeksinya 2026 ini 120 ribuan," katanya.
Demikian pula domba lanjut Suprijanto, yang diprediksi naik permintaannya di kisaran 19 persen, sekitar 223.800 hewan pada tahun ini.
"Kambing diproyeksikan turun. Sekitar 5 persen. Dari sebelumnya 63 ribuan, sekarang 60 ribuan," ucapnya.
Untuk sapi, Suprijanto mengaku 70 persen masih dipasok dari luar Jabar. Antaranya dari Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
"Sapi dari 120 ribu, proyeksi kita estimasinya itu sekitar 20-30 persen dari dalam Jabar. Nah, yang 70 persen memang dipasok dari luar. Itu sudah berlangsung sejak tiga bulan lalu," tuturnya.
Sebab, sapi tersebut akan dikembangkan lagi oleh para peternak di Jabar agar nilai jualnya semakin tinggi.
"Peternak kita kan untuk bakalan (anak sapi). Digemukkan selama tiga bulan. Di sini ada juga yang menggemukkan enam bulan," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani
