BGN Rencanakan Program MBG untuk Kampus: Minimal Punya 1 SPPG dulu

BGN dorong pihak kampus untuk miliki dapur SPPG agar melancarkan program MBG.

BGN Rencanakan Program MBG untuk Kampus: Minimal Punya 1 SPPG dulu
Ilustrasi mahasiswa dapat MBG.

INILAHKORAN, Bandung - Tidak hanya anak SD, SMP, SMA, pesantren, balita, ibu hamil dan menyusui saja, kini anak kampus juga akan mendapat manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Badan Gizi Nasional (BGN) mengatakan kampus bisa mulai mempertimbangkan untuk memiliki setidaknya satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendukung program MBG.

Hal itu disampaikan Kepala BGN Dadan Hindayana untuk mengingatkan bahwa perguruan tinggi juga memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan MBG.

"Saya kira kampus perlu memahami ini, karena ini peluang besar. Minimal punya satu SPPG dulu, dan kalau bisa pasokannya berasal dari civitas akademika sendiri," tutur Kepala BGN Dadan Hindayana.

Dadan mendorong pihak kampus untuk membangun dan mengelola SPPG secara mandiri, sekaligus menjadikannya sebagai pusat pembelajaran berbasis praktik.

Satu unit SPPG di kampus tidak hanya berfungsi sebagai dapur penyedia makanan bergizi, tetapi juga sebagai simpul ekonomi yang membutuhkan dukungan produksi pangan dalam jumlah besar.

Dadan menekankan, SPPG dapat menjadi laboratorium hidup bagi perguruan tinggi dalam mengembangkan riset dan inovasi. 

Mulai dari teknologi pertanian, pengolahan pangan, hingga manajemen rantai pasok, seluruhnya dapat diuji dan diterapkan secara langsung di lapangan.

Integrasi tersebut juga memungkinkan terciptanya kolaborasi antara kampus, petani, peternak, dan pelaku UMKM dalam satu sistem yang saling menguatkan. 

Program MBG tidak hanya menciptakan permintaan (demand), tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas produksi di tingkat lokal.

"SPPG ini menjadi offtaker terdepan bagi produk-produk lokal. Jadi, bukan hanya soal memberi makan, melainkan juga menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan," terangnya.***


Editor : Irma Nurfajri