Wujudkan Zero New Stunting, Pemkot Tasikmalaya Uji Coba Kolaborasi MBG

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan melakukan monitoring ke salah satu dapur MBG di wilayah Kecamatan Indihiang. 

Wujudkan Zero New Stunting, Pemkot Tasikmalaya Uji Coba Kolaborasi MBG
Viman Alfarizi Ramadhan (tengah) melakukan monitoring ke salah satu dapur MBG di wilayah Kecamatan Indihiang. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan melakukan monitoring ke salah satu dapur MBG di wilayah Kecamatan Indihiang. 

Kunjungan itu sekaligus uji coba kolaborasi program makan bergizi gratis (MBG) dengan program pencegahan stunting melalui gerakan masyarakat sehat Tasik Gemas.

Viman mengatakan, sinergi tersebut diarahkan untuk memperkuat upaya pemerintah daerah mencegah munculnya kasus stunting baru. Salah satu kelompok yang menjadi sasaran intervensi adalah ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK).

"Ini adalah salah satu program di Tasik Gemas, Gerakan Masyarakat Sehat, dimana fokusnya untuk intervensi stunting. Jangan sampai ada stunting baru, zero new stunting," kata Viman, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, uji coba tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dengan program prioritas pemerintah pusat, yakni MBG. Sejumlah perangkat daerah dan unsur terkait dilibatkan, mulai dari Dinas Keluarga Berencana, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian hingga satgas yang menangani program tersebut.

"Kita intervensi ibu hamil yang kekurangan energi kronis atau KEK, yang belum menerima makanan tambahan," ujarnya.

Viman menyebut terdapat lebih dari 200 ibu hamil KEK yang menjadi sasaran intervensi. Pemerintah Kota Tasikmalaya akan berupaya memastikan seluruh sasaran mendapatkan asupan nutrisi yang memadai melalui menu MBG.

"Dari 200 sekian ibu hamil KEK ini kita coba intervensi semua, ada beberapa yang belum menerima dari PMP lokal," katanya.

Program tersebut tidak hanya akan dijalankan tanpa evaluasi. Pemerintah daerah berencana melakukan pemantauan secara berkala setiap tiga bulan untuk memastikan makanan yang disalurkan benar-benar dikonsumsi oleh penerima manfaat.

"Kita akan evaluasi per tiga bulan dan kita akan pastikan MBG dikonsumsi oleh penerima manfaat," kata Viman.

Selain memastikan manfaat program bagi ibu hamil, pemerintah juga tengah melakukan pengawasan terhadap dapur-dapur MBG di Kota Tasikmalaya. Pemeriksaan mencakup kelayakan dapur hingga pemenuhan berbagai persyaratan dan perizinan.

"Dapur di Indihiang 1 ini termasuk dapur pertama di Kota Tasikmalaya, jadi dengan standar yang baik. Proses pengemasannya, pengadaan bahan bakunya sudah sesuai standar," ujarnya.

Viman menyebut keberadaan dapur MBG juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Dapur tersebut, kata dia, menggunakan sekitar 70 persen bahan baku lokal dan mempekerjakan 47 orang yang berasal dari Kota Tasikmalaya.

Penyerapan tenaga kerja juga diarahkan untuk menyentuh kelompok masyarakat pada desil 1 dan desil 2.

"Multiplayer effect ya, ekonomi, bahan baku, ketahanan pangan, penyerapan tenaga kerja, intervensi kemiskinan, termasuk kesehatan," kata Viman.

Dia menegaskan, keberhasilan program MBG dan Tasik Gemas membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat akan terus mengawal pelaksanaan program agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

"Ini kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Kita jaga agar program MBG berjalan dengan baik, sekaligus Tasik Gemas berjalan dengan baik," pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani