Jenal Berharap Dashat Jadi Solusi Zero Stunting di Kelurahan Sindangsari

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin berharap Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di Kampung Keluarga Berkualitas, Kelurahan Sindangsari menjadi solusi untuk zero Stunting. Setiap dua pekan sekali, anak-anak di bawah usia lima tahun yang termasuk dalam Keluarga Berisiko Stunting (KRS) diberikan asupan bergizi dari dapur tersebut.

Jenal Berharap Dashat Jadi Solusi Zero Stunting di Kelurahan Sindangsari
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin berharap Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di Kampung Keluarga Berkualitas, Kelurahan Sindangsari menjadi solusi untuk zero Stunting. Setiap dua pekan sekali, anak-anak di bawah usia lima tahun yang termasuk dalam Keluarga Berisiko Stunting (KRS) diberikan asupan bergizi dari dapur tersebut.

INILAHKORAN, Bogor - Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin berharap Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di Kampung Keluarga Berkualitas, Kelurahan Sindangsari menjadi solusi untuk Zero Stunting. Setiap dua pekan sekali, anak-anak di bawah usia lima tahun yang termasuk dalam Keluarga Berisiko Stunting (KRS) diberikan asupan bergizi dari dapur tersebut.

Diantaranya berupa paket makanan empat sehat lima sempurna, satu pak telur ayam, susu dan dua ekor ayam potong beku.

"Dua minggu sekali memang dirasa kurang cukup untuk mengurangi risiko stunting. Namun edukasi yang diberikan puskesmas atau posyandu tentang menu sehat ke depannya bisa lebih maksimal dilakukan," ungkap Jenal pada Minggu 12 Oktober 2025.

Jenal memaparkan, program Dashat ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) untuk menekan angka stunting. 

Ia menjelaskan, di Kelurahan Sindangsari hingga saat ini masih terdapat sekitar delapan balita yang berstatus stunting. Kedelapan balita tersebut masih terus mendapatkan intervensi dan treatment sesuai kebutuhan.

"Butuh kolaborasi dan kerja sama para orang tua dalam menerapkan pola asuh terhadap balitanya. Jika orang tua ragu harus bagaimana, silakan bertanya kepada pendamping dari puskesmas atau posyandu," jelasnya.

Jenal menjelaskan, juga mengapresiasi warga Sindangsari yang rela rumahnya dijadikan sebagai dapur Dashat. Hal ini menjadi bentuk kepedulian warga untuk bersama-sama mengentaskan kasus stunting di Kota Bogor.

"Saya terbuka mendengarkan secara langsung aspirasi dari para warga, apa pun itu, termasuk yang berkaitan dengan pelayanan pemerintah," pungkas Jenal.***


Editor : JakaPermana