Pengelola Dapur MBG di Cirebon Diminta Belanja di Pasar Tradisional

Disperdagin Kabupaten Cirebon mendorong pelaksana program MBG membeli kebutuhan bahan pangan dari pasar tradisional yang berada di sekitar lokasi dapur.

Pengelola Dapur MBG di Cirebon Diminta Belanja di Pasar Tradisional
Kabid Sarana dan Pelaku Distribusi Disperdagin Kabupaten Cirebon, Teguh Mulyono, mendorong MBG berbelanja di pasar tradisional. (maman suharman)

INILAHKORAN.ID - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon mendorong pelaksana program makan bergizi gratis (MBG) membeli kebutuhan bahan pangan dari pasar tradisional yang berada di sekitar lokasi dapur.

Langkah tersebut dinilai dapat membantu menggerakkan perekonomian pedagang sekaligus memperkuat rantai pasok pangan di tingkat lokal.

Kepala Bidang Sarana dan Pelaku Distribusi Disperdagin Kabupaten Cirebon, Teguh Mulyono mengatakan, kebutuhan bahan pangan program MBG diharapkan tidak seluruhnya dipenuhi dari pasar induk. pasar tradisional yang berada dekat dengan lokasi dapur dinilai dapat menjadi salah satu sumber pasokan.

Teguh berharap aktivitas belanja MBG dapat memberikan dampak ekonomi langsung kepada pedagang pasar di sekitar lokasi program.

“Kami berharap MBG juga belanja di pasar yang terdekat dengan lokasi MBG. Karena dengan langkah tersebut bisa membantu perekonomian yang ada di pasar tersebut,” ungkap Teguh, Senin (31/8/2026).

Menurut Teguh, berbagai kebutuhan pangan MBG, mulai dari daging, ayam hingga sayuran, dapat diperoleh dari pasar tradisional. Pola belanja tersebut dinilai dapat membuat perputaran uang tidak hanya terkonsentrasi di pasar induk.

Disperdagin pun mengimbau pengelola MBG mengarahkan sebagian kebutuhan pangan ke pasar tradisional yang berada di sekitar lokasi dapur.

“Perdagangan seperti daging, sayuran dan lain-lainnya bisa membantu. Kami mengimbau daya beli MBG diarahkan ke pasar di lokasi MBG tersebut atau ke pasar tradisional,” ujarnya.

Dorongan tersebut disampaikan di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, terutama daging ayam. Namun, Disperdagin menilai kenaikan harga ayam tidak semata-mata dipengaruhi meningkatnya kebutuhan dari program MBG.

Teguh menjelaskan, kenaikan harga pakan serta kondisi cuaca turut memengaruhi produksi di tingkat peternak. Tingginya kematian ayam dapat mengurangi pasokan di pasaran dan mendorong kenaikan harga.

Menurut Teguh, kenaikan harga ayam saat ini dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari harga pakan hingga berkurangnya pasokan dari peternak.

“Selain ada MBG, pertama faktor pakan mengalami kenaikan. Terus di tingkat peternak banyak yang mati karena cuaca. Jadi mungkin barangnya tidak ada, karena kematiannya banyak, otomatis harga meningkat,” paparnya.

Ketika permintaan meningkat sementara pasokan terbatas, harga komoditas seperti ayam akan bergerak mengikuti mekanisme pasar. Pemerintah tidak dapat menetapkan harga komoditas tersebut, namun tetap melakukan pemantauan terhadap ketersediaan dan distribusinya.

Disperdagin Kabupaten Cirebon juga rutin memantau perkembangan harga pangan melalui rapat pengendalian inflasi yang dilaksanakan setiap pekan.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga signifikan akan ditelusuri untuk mengetahui penyebabnya. Pemerintah akan melihat apakah kenaikan terjadi akibat kelangkaan barang, gangguan distribusi, penimbunan atau faktor lainnya.

Teguh mengatakan, hasil pemantauan tersebut menjadi dasar untuk mengidentifikasi persoalan dan menentukan langkah penanganan sesuai kewenangan pemerintah.

“Nanti dari hasil pantauan itu dipecahkan masalahnya. Apakah karena kelangkaan barang, apakah karena ada yang menimbun atau masalah distribusi,” ujar Teguh.

Sementara untuk komoditas yang telah memiliki harga eceran tertinggi (HET), Disperdagin melakukan pengawasan terhadap kepatuhan harga di tingkat pedagang. Pengawasan antara lain dilakukan terhadap beras SPHP dan minyak goreng.

Berbeda dengan komoditas tersebut, harga ayam mengikuti kondisi pasar sehingga pengawasan pemerintah lebih diarahkan pada ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi.

Disperdagin berharap besarnya kebutuhan bahan pangan program MBG dapat memberikan dampak ekonomi lebih luas bagi pedagang pasar tradisional. Pembelian bahan pangan dari pasar sekitar dinilai dapat meningkatkan permintaan sekaligus menjaga aktivitas perdagangan.

Teguh berharap pola belanja kebutuhan MBG ke pasar sekitar dapat membantu menjaga perputaran ekonomi sekaligus menghidupkan pasar tradisional.

“Kami berharap dan mengimbau MBG daya belinya ke pasar lokasi MBG tersebut atau ke pasar tradisional. Supaya harga semua bisa stabil dan pasar tradisional juga hidup,” pungkasnya. 


Editor : Doni Ramdhani