Usai Tutup 833 Dapur MBG, BGN kini Siap Bangun 1.700 SPPG di Daerah Stunting Tinggi
BGN siap membangun 1.700 SPPG di daerah dengan data stunting tinggi dengan prioritas 3T.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sebelumnya Badan Gizi Nasional (BGN) telah menutup 833 dapur Makan Bergizi Gratis MBG yang bermasalah.
Usai menutup 833 dapur MBG yangbermasalah ini, BGN akan membangun 1.7000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala BGN Sudaryono menyebut 1.700 SPPG ini akan dibangun di daerah dengan angka stunting tinggi dan tinggi sekali sudah siap beroperasi.
Hal ini untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto agar mengutamakan daerah dengan stunting tinggi serta penerima manfaat ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) untuk pendistribusian program MBG.
"Dari data overlay (pemadanan) tadi ada sebanyak 1.700 dapur yang sudah siap, sudah jadi, tinggal operasional yang berada di daerah dengan stunting tinggi dan tinggi sekali, nah nanti ini kita bertahap bereskan, jadi sempat ramai ada pernyataan seolah-olah kita membuka segera 13.000 dapur, (itu) bukan, jadi, sudah ada di data kita sekitar 13.000 lebih dapur yang statusnya ada semua, ada yang titik baru, ada juga yang sudah selesai (berdiri sebagai SPPG)," tutur Sudaryono.
BGN memadankan data dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), serta kementerian/lembaga lain yang terkait dengan Program MBG.
Ini dilakukan untuk menentukan daerah mana yang menjadi prioritas SPPG dengan stunting tinggi dan tinggi sekali, mengingat Kemenkes memiliki data berdasarkan nama dan alamat (by name by address) per keluarga.
Minggu depan BGN juga akan menentukan daerah-daerah mana yang menjadi prioritas pembangunan SPPG untuk menekan angka stunting di Indonesia, sekaligus meningkatkan kualitas gizi anak bangsa.***
Editor : Irma Nurfajri


