Tegaskan Tak Lindungi Orang Dekat dalam Kasus Korupsi, Presiden: Saya Sudah Buktikan

Presiden Prabowo menegaskan dirinya tidak akan melindungi orang terdekat yanh terlibat korupsi.

Tegaskan Tak Lindungi Orang Dekat dalam Kasus Korupsi, Presiden: Saya Sudah Buktikan
Presiden Prabowo Subianto.

INILAHKORAN, Bandung - Seperti yang publik ketahui, mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana merupakan orang terdekat Presiden Prabowo Subianto.

Kini Dadan diamankan Kejaksaan Agung (Kejagung) usai terbukti melakukan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Presiden Prabowo Subianto kini menegaskan dirinya tidak melindungi orang dekat yang terjerat kasus hukum sebagai bagian dari komitmen pemberantasan korupsi.

"Saya sudah buktikan. Pak Dadan itu tim sukses saya, tim pakar saya. Saya yang angkat di Kepala BGN. Saya juga yang serahkan ke kejaksaan," tegas Prabowo.

Prabowo menyebutkan bahwa Dadan Hindayana yang pernah menjadi tim sukses dan tim pakarnya serta diangkat sebagai Kepala BGN sebagai salah satu contoh penegakan hukum yang tidak mempertimbangkan kedekatan. 

Dadan kini menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program MBG di BGN.

Selain kasus Dadan, Prabowo juga menyinggung penyitaan aset Hotel Sultan sebagai contoh lain. Dia mengatakan pemilik Hotel Sultan, Pontjo Sutowo, merupakan kawannya, tetapi hubungan tersebut tidak mengubah sikapnya terhadap kepentingan negara.

"Berapa banyak yang sudah saya serahkan, dan banyak aset yang kita sita? Hotel Sultan itu, wah yang lobi ke saya banyak. Mungkin Pak Pontjo itu dianggap tokoh, dan memang kawan saya juga. Tapi saya nggak ada kawan, ini negara," terang Prabowo.

Prabowo mengatakan prinsip untuk mencegah konflik kepentingan juga telah diterapkannya sejak menjabat Menteri Pertahanan pada 2019. 

Dia mengaku telah meminta keluarga dan orang-orang dekatnya di Partai Gerindra tidak mencari bisnis di Kementerian Pertahanan.

Prabowo mengatakan dirinya juga telah mengingatkan kader Gerindra agar tidak mengandalkan kedekatan dengannya jika berhadapan dengan persoalan hukum. 

"Begitu saya jadi Presiden, saya sudah berkata hati-hati, saudara, Gerindra. Jangan karena saya Presiden, kalau kamu salah, saya nggak bisa lindungi kamu. Saya beritahu di depan," ujar Presiden.***


Editor : Irma Nurfajri