Keracunan kini Masuk Status Kejadian Fatal dalam MBG, BGN: Menyangkut Nyawa
BGN menegaskan kini keracunan makanan dalam program MBG masuk dalam satus fatal karena menyangkut nyawa.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Dari tahun 2025 sampai pertengahan 2026, ribuan pelajar telah menjadi korban keracunan makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun setiap ada pelajar bahkan orang tua yang menjadi korban keracunan MBG, status mereka tidak ditentukan.
Kini Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meningkatkan status keracunan MBG dari kejadian menonjol menjadi kejadian fatal.
"Kami telah meningkatkan status, kasus keracunan bukan lagi kejadian menonjol, melainkan kejadian fatal, karena ini menyangkut nyawa dan kondisi kesehatan seseorang," tegas Kepala BGN Sudaryono.
Sudaryono menyebutkan, kesehatan, kondisi keamanan, dan nyawa seorang anak yang selama ini dirawat dan dijaga oleh anggota keluarganya menjadi penting.
"Kasus keracunan di Semarang, Jawa Tengah, kami harapkan menjadi yang pertama dan terakhir semenjak saya menjadi kepala badan ini," katanya.
Dia melanjutkan, "setiap ada kasus keracunan, maka sanksi tegas kita berlakukan, pertama, dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kami tangguhkan sambil kita investigasi hasil laboratoriumnya dengan Dinas Kesehatan setempat."
BGN juga menuturkan akan mengevaluasi permasalahan apa yang ada di SPPG tersebut, baik dari segi standar higienisnya yang tidak tercapai atau kasus lain yang menyebabkan standar keamanan tidak dipenuhi.
Untuk dapur-dapur MBG yang ditangguhkan, maka kepala SPPG-nya akan otomatis dicopot, sambil BGN menginvestigasi apakah terjadi kelalaian atau unsur-unsur lainnya.
Sudaryono menegaskan BGN akan memberlakukan nol toleransi pada setiap status keracunan karena menyangkut nyawa dan kondisi kesehatan para penerima manfaat.***
Editor : Irma Nurfajri


