BGN Siapkan Portal Pengaduan Khusus untuk Mitra dan SPPG: 1-2 Hari Ini Bisa Jalan
BGN kini tengah menyiapkan portal pengaduan khusus untuk mitra dan juga kepala SPPG.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Tidak hanya guru dan orang tua yang bisa memantau dan menyampaikan pengaduan melalui portal dalam program Makan Bergizi Gratis, kini dapur MBG juga dibuatkan portal sama.
Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini tengah menyiapkan portal pengaduan bagi mitra dan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola program MBG.
portal tersebut akan menjadi saluran resmi bagi pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan program untuk menyampaikan berbagai kendala operasional secara cepat, transparan, dan objektif.
"Kami juga akan membuka portal ya, semacam portal pengaduan, Insya Allah kalau bisa 1-2 hari ini bisa jalan portal pengaduan bagi mitra, sehingga mitra itu bisa cerita misalnya apakah ada perlakuan tidak adil, atau ada konflik dengan yayasan kah, atau konflik dengan kepala dapurnya kah, dan lain-lain kita bisa juga bisa dapat masukan," jelas Kepala BGN Sudaryono.
Selain menjadi sarana bagi mitra, portal pengaduan ini juga disiapkan secara khusus untuk kepala SPPG.
Melalui portal tersebut, kepala SPPG dapat melaporkan berbagai kendala yang mempengaruhi penerapan standar keamanan pangan dan higienitas di dapur, termasuk apabila fasilitas yang tersedia belum memenuhi standar operasional.
Sudaryono menegaskan, bagi kepala SPPG yang bertugas di dapur dan tidak memenuhi standar, maka berhak mengajukan kepada mitra tambahan-tambahan fasilitas yang harus ditambahkan atau diperbaiki demi perbaikan Program MBG.
Namun, apabila usulan perbaikan fasilitas tidak ditindaklanjuti, kepala SPPG juga berhak mengajukan perpindahan ke dapur lain guna menghindari risiko yang dapat berdampak pada keamanan pangan maupun tanggung jawab profesional mereka.
Kehadiran portal pengaduan ini menurut Kepala BGN bukan semata-mata untuk memperketat pengawasan, melainkan menjadi instrumen perbaikan tata kelola yang memberikan ruang bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menyampaikan permasalahan sekaligus mencari solusi bersama.***
Editor : Irma Nurfajri


