Usai Iduladha, Banyak Warga Kota Tasikmalaya Pilih Giling Daging Kurban Jadi Bakso
Warga Tasikmalaya lebih memilih daging kurban diolah menjadi baksi ketimbang diolah jadi masakan lain
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Suasana berbeda terlihat di tempat penggilingan daging di Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, sehari setelah Hari Raya Iduladha. Warga tampak mengantre untuk menggiling daging kurban yang diperoleh dari pembagian hewan kurban.
Mayoritas warga memilih mengolah daging kurban menjadi bakso sebagai alternatif menu keluarga. Kondisi tersebut membuat jasa penggilingan daging mengalami lonjakan pelanggan dibanding hari biasa.
Pemilik usaha penggilingan daging, Angga, mengatakan peningkatan jumlah pelanggan terjadi sejak Hari Raya Iduladha. Menurutnya, banyak warga yang merasa bosan jika daging kurban hanya diolah menjadi sate atau gulai.
"Agak ramai dibanding biasanya. Para pedagang bakso justru berkurang karena banyak mesin yang dipakai untuk menggiling daging kurban milik warga. Banyak yang memilih dibuat bakso karena bosan kalau hanya disate," kata Angga, Kamis, (28/5/2026).
Ia menyebut jumlah pelanggan meningkat sekitar 50 hingga 100 persen dibanding hari biasa. Meski demikian, banyaknya usaha penggilingan daging yang kini bermunculan membuat peningkatan pelanggan tidak terpusat di satu lokasi.
Menurut Angga, tradisi menggiling daging kurban biasanya berlangsung hingga tiga hari setelah Iduladha. Bahkan, sebagian warga masih datang hingga beberapa minggu setelahnya. Untuk jasa penggilingan, ia mematok tarif Rp5.000 per kilogram daging.
Salah seorang warga Kecamatan Kawalu, Erom Ropiah (63), mengaku sengaja menggiling daging kurban yang diperolehnya untuk diolah menjadi bakso konsumsi keluarga.
"Ini dibuat bakso untuk konsumsi sendiri. Daging kurban yang didapat kemarin sekitar tiga kilogram digiling. Total biaya sekitar Rp25 ribu," ujarnya.
Erom menuturkan, mengolah daging kurban menjadi bakso sudah menjadi kebiasaan keluarganya setiap tahun. Selain lebih praktis, menu bakso dinilai lebih disukai dibanding olahan daging lainnya.
"Sudah biasa setiap kurban langsung digiling. Kalau diolah yang lain kadang bosan, jadi lebih memilih dibuat bakso," katanya.
Ramainya jasa penggilingan daging usai Iduladha menunjukkan tingginya minat masyarakat mengolah daging kurban menjadi produk makanan yang lebih tahan lama dan mudah dikonsumsi seluruh anggota keluarga.
Editor : Ahmad Sayuti


